Demo 212, Polres Lotim Mulai Siaga

APEL SIAGA: Jajaran Polres Lotim menggelar apel siaga terkait rencana aksi demo 2511 dan 212 DI Jakarta, terkait kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur non aktif DKI Jakarta, Ahok (GAZALIE/RADAR LOMBOK)

SELONG—Polres Lombok Timur (Lotim) mulai siaga menyikapi  rencana aksi demo dugaan penistaan agamayang dilakukan Gubernur non aktif DKI Jakarta, Basuki Cahaya Purnama atau Ahok , tanggal 25 November ini (2511), dan akan berlanjut pada 2 Desember (212) mendatang yang akan dipusatkan di Jakarta. Karena dalam aksi tersebut, sejumlah warga Lotim informasinya juga akan ikut bergabung.

Tindak lanjuti terkait aksi demo  2511, Polres Lotim menggelar apel siaga, Kamis (24/11). Apel itu melibatkan semua satuan yang ada di jajaran Polres . Mulai dari satuan mulai dari Brimob, Sabhara, Satreskrim, Satlantas, hingga jajaran dari sejumlah Polsek. Pelaksanaan apel di pimpin langsung Kapolres Lotim, AKBP Wingky Adhityo Kusumo. “Berdasarkan informasi intelijen, ada beberapa warga Lotim yang akan ikut serta dalam unjuk rasa (Unras) tersebut,” beber Wingky.

Kesempatan itu, ia menyampaikan ke semua jajaran, agar berperan aktif memberikan imbauan ke masyarakat. Masyarakat diingatkan supaya jangan mudah terprovokasi dengan kasus penistaan agama yang dilakukan Gubenur DKI non aktif. “Mari kita serap informasi secara bersama-sama di lapangan dan tempat tinggal masing-masing. Karena kita semua ini secara tidak langsung memiliki fungsi intelijen,” terangnya.

Tidak hanya terkait aksi demo, pelaksanaan Pilkades serentak yang akan digelar dalam waktu dekat juga harus sejak dini di waspadai. Sejak awal, segala  ancaman dan potensi konflik yang kemungkinan bisa saja terjadi harus dicegah sejak dini. Jangan sampai pelaksaaan Pilkades nanti akan menimbulkan sejumlah masalah. “Pelaksanaan Pilkades serempak juga menjadi atensi kita,” sebut dia.

Secara khusus, ia berpesan ke satuan intelijen untuk terus melakukan pemantauan perkembangan situasi di semua desa yang akan melaksanakan Pilkades nanti. Selain itu, mereka juga diminta agar memetakan desa–desa yang dianggap rawan konflik. “Bagaimana supaya kita ambil langkah lebih awal untuk melakukan antisipasi,” terangnya.

Dalam Pilkades, polisi juga di pesan agar tetap menjaga sikap netralitas sebagai kepolisian. Jangan sampai bersikap condong atau membela calon Kades tertentu. Meski calon kades tersebut adalah orang tua, saudara, maupun keluarga dekatnya. “Sebagai anggota Polri harus tetap menjaga netralitas,” pungkas Wingky. (lie)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid