Demi Kebutuhan Hidup, Sanusi Nyambi Jadi Sales Buku

PNS SALES BUKU: Sanusi, PNS di UPTD Kecamatan Sakra Barat, bersiap keliling menjual buku pelajaran sekolah, usai lepas jam kantor (IRWAN/RADAR LOMBOK)

Menjadi seorang pegawai negeri sipil (PNS), ternyata belum bisa menjamin terpenuhinya kebutuhan hidup sehari hari. Sehingga banyak diantaranya yang harus berpikir kreatif, mencari pekerjaan sampingan selepas kantor. Hal ini juga dilakukan Sanusi, PNS di Kabupaten Lombok Timur (Lotim).

 

 


JANWARI IRWAN – LOMBOK TIMUR


 

SANUSI merupakan PNS yang kini bertugas di salah satu UPTD di Kecamatan Sakra Barat. Dia merangkap bekerja sebagai sales buku, semata adalah untuk menyambung hidup sehari hari. Mengingat belasan tahun Sanusi menjadi PNS, hingga kini pun dia belum memiliki rumah, dan terpaksa tinggal di emperan kantor.

Pekerjaan sebagai sales buku dia lakukan sejak 2 bulan lalu, karena gaji yang didapatkan tidak mencukupi untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Dari gaji yang didapatkan sebanyak Rp 3,8 juta, Sanusi hanya mendapat gajinya sebanyak Rp 120 ribu saja per bulan. Karena semua di potong oleh pihak bank untuk angsuran pinjaman.

“Kalau gaji saya utuh dan tidak ada potongan, mungkin saya tidak akan mencari usaha lain untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” ungkapnya ketika dijumpai di emperan kantornya, Selasa kemarin (20/12).

Meski demikian, bapak dua anak ini tidak pernah mengeluh. Selepas kerja di kantor, Sanusi yang telah menjalin kerjasama dengan salah satu perusahaan buku asal Jakarta, PT BUMI Aksara Jakarta, ini pun keliling ke berbagai daerah di Lotim untuk berjualan buku.

BACA JUGA :  Gaji Guru Non PNS Tidak Dianggarkan

Menjadi PNS, dan kemudian merangkap sales buku, tentu banyak orang berpikiran kalau pekerjaan utamanya (PNS) menjadi terganggu. Namun anggapan itu tegas dibantahnya. “Sales buku adalah pekerjaan sampingan. Selain itu, jadwal berjualan buku juga saya lakukan sore hari, selepas jam kantor,” tandasnya.

Jenis buku yang dijual Sanusi, rata-rata adalah buku pelajaran yang diperuntukkan untuk tingkat SD hingga SMA. Dimana harganya juga masih tergolong murah, berkisar antara Rp 16 ribu sampai Rp 100 ribu, tergantung kelas dan kualitas buku.

Keuntungan yang didapatkan Sanusi untuk per buku hanya sebanyak Rp 5 ribu saja. Dimana dalam sehari, buku pelajaran sekolah yang berhasil dijual sekitar 5 buku saja. “Saya tidak pernah malu. Karena ini demi kehidupan, dan apa yang saya kerjakan halal,” ungkap lulusan SMA yang diangkat menjadi PNS sejak tahun 2000 ini.

Dari bekerja sebagai sales buku, kedepan Sanusi berharap bisa menjadi seorang pengusaha buku yang sukses. “Mumpung masih muda, bekerjalah semampu kita. Ketika sudah tua, kita tinggal menikmatinya. Tentu bukan dengan cara yang salah,” pungkasnya bijak. (*)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Berita sebelumyaKasus Demam Berdarah Meningkat
Berita berikutnyaBerbagi Jurus Kempo