Delapan Penghuni Kos Positif Narkoba

TES URINE: Penghuni salah satu kos di Bertais, Kota Mataram melakukan tes urine. (ROSYID/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Sat Resnarkoba Polresta Mataram merazia salah satu kos-kosan di Bertais, Kecamatan Sandubaya. Dari 17 penghuni kos, 8 orang di antaranya ditemukan positif mengandung zat metapethamine atau zat berbahan narkoba ketika dites urine.

“8 orang yang positif itu, terdiri dari 4 orang berjenis kelamin perempuan dan 4 orang laki-laki,” kata Kasat Narkoba Polresta Mataram Kompol I Made Yogi Purusa Utama, Kamis (19/1).

Razia yang dilakukan pada Rabu (18/1) kemarin itu dalam rangka menjalankan program bersih dari narkoba (bersinar), yang menyasar rumah pondokan dan kos-kosan. “Ini dalam upaya pencegahan peredaran narkoba atau obat-obatan terlarang,” ujarnya.

Adapun inisial penghuni kos tersebut, MH laki-laki (27) dan TR laki-laki (40) asal Sekarbela, ARA laki-laki (40) asal Karang Bagu, Kota Mataram, MZ laki-laki (32) asal Labuapi, Lombok Barat. Sedangkan 4 perempuan itu berinisial AH (18) asal Jonggat, Lombok Tengah, MAP (18) asal Kecamatan Selaparang, Kota Mataram, MDS (31) asal Sakra, Lombok Timur, terakhir inisial SH (26) asal Lingsar, Lombok Barat.

Baca Juga :  Mandari Tuduh Polisi Paksa Tersangka Mengaku

“Jadi, kami razia kos tersebut karena diduga sering dijadikan tempat transaksi dan pesta narkoba. Ini hanya dugaan saja, masih kami dalami,” sebutnya.

Begitu mendapati 8 orang penghuni kos positif, petugas langsung melakukan penggeledahan. Dari penggeledahan, didapati barang bukti berupa pipa kaca, pipet plastik, bendelan plastik klip bening, alat isap, korek api tanpa tutup kepala. Selain itu, polisi turut mengamankan uang tunai Rp 40 juta, alat komunikasi dan kendaraan roda dua. “Barang bukti dan 8 penghuni kos yang positif itu kami bawa ke Mapolresta Mataram,” ungkap dia.

Baca Juga :  Ini Hasil Autopsi Lengkap Jenazah Rani Guru TK

Saat ini mereka tengah diperiksa lebih lanjut untuk mengetahui apakah masuk dalam kategori sebagai pengedar atau tidak. “Kalau hanya terbukti sebagai pemakai saja, maka akan diajukan untuk direhabilitasi,” ujar Yogi.

Untuk pemilik, disarankan agar tetap mengontrol para penghuni kos. Termasuk juga apa kegiatan di dalam kos tersebut. “Saran kami kepada pemilik kos, agar selalu mengecek setiap penyewa, apa kegiatannya untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi,” tutupnya. (cr-sid)

Komentar Anda