Dekopinwil Minta Pemprov NTB Tindak Tegas Koperasi ‘Rentenir’

DEKOPINWIL
RENTENIR : Ketua Penasehat hukum Dekopinwil NTB saat mengadakan pertemuan dengan para korban, Sabtu (4/5). (DEVI HANDAYANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Untuk kesekian kalinya Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Provinsi NTB kembali menerima pengaduan salah satu lembaga koperasi di Lombok Barat yang menyalahi aturan, layaknya ‘rentenir’. Sebelumnya, sejumlah laporan dari nasabah lembaga salah satu koperasi (LS) ini diadukan oleh nasabahnya, namun pihak Dinas Koperasi UKM Provinsi NTB tidak mampu menyelesaikan berbagai persoalan koperasi yang diduga menjalankan usahanya, layaknya rentenir.

Kasus dugaan koperasi berlaku ‘rentenir’ kembali menyeruak, setelah sejumlah nasabah mengadu ke Dekopinwil NTB. Dimana diduga adanya tindakan pengelola tidak sesuai dengan ketentuan azas koperasi, sehingga merugikan anggotanya. Bahkan kerugian dialami para korban koperasi ini cukup tinggi.

“Kita menindak lanjuti terkait laporan KSP LS dengan nama koperasi, tetapi menjalankan dan memberikan pinjaman kepada anggota tidak berpegang pada prinsip koperasi,” kata Ketua Penasehat Dekopinwil Provinsi NTB H Lalu Mudjitahid, Sabtu (4/5).

Miq Muji mengatakan dengan adanya temuan seperti ini, pihaknya menginginkan agar adanya tindakan tegas dari pemerintah, dalam hal ini Dinas Koperasi UKM Provinsi NTb. Pasalnya, kegiatan dilakukan koperasi tersebut tidak sesuai dengan ketentuan, yang mana para nasabah diberikan pinjaman, tetapi dengan bunga sangat fantastis tinggi. Oleh sebab itu, perlunya penanganan serius dilakukan, mengingat adanya korban. Kejadian banyak masyarakat menjadi korban, dimana koperasi LS ini memberlakukan sistem pola ‘rentenier’.

“Saya hadirkan sebagai korban karena dituduh dan dilaporkan membuka rahasia, oleh pihak ketua koperasi. Pokok pinjaman yang harus dikembalikan 400 juta tetapi justru lebih dari itu,” bebernya.

Tak hanya itu saja, beberapa bukti telah dilampirkan berapa saja kerugian di alami para nasabah. Ia menginginkan permasalahan tersebut mendapatkan titik temu antara kedua belah pihak, sehingga perlunya perhatian pemerintah, dimana sebelumnya dari pemerintah sendiri akan memberantas koperasi-koperasi ilegal merugikan masyarakat.

“Ini dari surat kabar pada 24 April dari Dinas Koperasi UKM NTB mengatakan akan menindak tegas kalau ada rentenir berkedok koperasi. Hal ini perlu dilakukan pemerintah daerah,” katanya.

Sementara itu, Ketua Bidang Strategi dan Pengembangan Koperasi Dekopinwil NTB Bunyamin mengatakan menyikapi atas kasus yang terjadi cukup lama, peran Dekopinwil ada tiga hal misi yakni memfasilitasi, edukasi dan advokasi, baik itu untuk koperasi ataupun di bawah koperasi, sehingga para anggota ini bisa aman dan terlepas dari proses hukum yang dihadapi.

“Permasalahan ini harus segera ditindaklanjuti Dinas Koperasi UKM NTB, agar  tidak kemana-mana dan tidak berimbas ke koperasi lainnya,” kata Bunyamin.

Sementara itu, dikonfirmasi Ketua Koperasi Lombok Sejati Hendro Kartiko, belum lama ini dilantik menegaskan, sebetulnya tidak ada persoalan di koperasi yang ia pimpin. Menurutnya hanya dari pihak Dekopinwil saja mempersoalkannya.  Beberapa nama nasabah yang sampai ke pengadilan, dan telah tuntas kasusnya, terkait dengan total tunggakan menggelembung. Ia juga mengatakan “mungkin” data yang dikemukakan nasabah dan Dekopinwil tak benar.

“Perjanjiannya kan begitu, saya tidak hafal betul. Karena ini perjanjian lama. Hitung-hitungannya ada di kantor. Angka-angkanya tidak benar itu,” kata Hendro Kartiko yang juga mantan Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM NTB.

Selain itu Kepala Dinas Koperasi dan UKM provinsi NTB H. L. Saswadi menanggapi hal tersebut mengatakan, beberapa kali persoalan KSP Lombok Sejati ini telah di mediasi. Ia  mendorong agar nasabah juga kooperatif agar tidak merugikan koperasi. Apalagi KSP Lombok Sejati saat ini dipimpin oleh mantan Sekretaris Dinas Koperasi NTB, menurutnya tidak mungkin koperasi di jalankan diluar ketentuan koperasi.

“Kita sama-sama perbaiki, soal asuransi juga tidak semua anggota. Kita cek lagi, dan kita siap panggil, dan bersama -sama bisa menyelesaikan dengan baik,” katanya. (cr-dev)