Dedikasi Veronika Rosyida Aktivis Perempuan Lotim

Veronika Rosyida
Veronika Rosyida (Ahmad Yani/Radar Lombok)

Berbagai persoalan dialami perempuan di sekitarnya mengundang keprihatinan dirinya. Untuk membantu para perempuan ini, Veronika Rosyida memilih menjadi pegiat aktivitas perempuan.


Ahmad Yani — Mataram


Nama  Veronika Rosyida  tidak asing bagi kalangan aktivis perempuan di Lombok Timur bahkan di NTB. Dedikasi dan kepeduliannya terhadap berbagai persoalan dialami perempuan khususnya di sekitar tempat tinggal di Tanjung Teros khususnya dan Kabupaten Lombok Timur membuat dirinya cukup  dikenal.  Veronika  acap kali  diundang berbagai pihak untuk berbicara terkait isu – isu dan hak  perempuan.

Menjadi Pegiat aktivis perempuan sudah menjadi pilihan hidupnya. Ia pun melakoni hal tersebut dengan penuh dedikasi dan keikhlasan. ” Semua didasari niat tulus dan ikhlas untuk membantu sesama perempuan,” tuturnya belum lama ini.

Ia menuturkan, keputusan dirinya menjadi aktivis pegiat perempuan tidak terlepas dari banyak problem dihadapi kaum perempuan yang  ada di sekitarnya. Mulai dari kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), masih rendahnya  taraf pendidikan, kemiskinan   dan berbagai persoalan lainnya. Ia pun bergerak memberikan advokasi dan pendampingan.

Apa yang  dilakoni Veronika itu tidak mudah. Kendala dan hambatan sudah pasti dialami. Acap kali apa yang  dilakoni tersebut membuat dirinya harus mengesampingkan urusan pribadi dan keluarga. Namun, apa dilakukan tersebut sepenuhnya memperoleh support dan dukungan dari keluarga terutama suami. ”  Suami sring  mengantar dan setia menunggu ketika melakukan pendampingan,” ujarnya.

Ia berprinsip bagaimana memberikan kemanfaatan dan kemaslahatan bagi orang lain menjadi kebahagian baginya.” Keihlkasan ilmu berharga bagi kita bersama,” katanya.

Dengan bekal pengalaman  yang dilakoni selama berkiprah sebagai pegiat aktivis perempuan, ia berharap kaum perempuan  berani memperjuangkan apa yang menjadi hak dan kepentingannya, serta tidak mudah menyerah dengan berbagai kendala dan hambatan  yang dihadapi tersebut. Menurutnya, siapa lagi kaum perempuan peduli terhadap persoalan dan problematika dihadapi  kalau bukan perempuan tersebut. Misalnya, ketika perempuan mengalami diskriminasi atau ketidakadilan dari sekitarnya. Oleh sebab itu, bekerja sama misalnya dengan  forum kader ada di desa atau kelurahan, pihaknya  terus memberikan edukasi  kepada kaum perempuan untuk mandiri, kuat, menyuarakan sesuatu dinilai tidak adil bagi dirinya, pemberdayaan ekonomi dan berbagai problematika lainnya. ” Ini terus kita edukasi kepada kaum perempuan,”imbuhnya.

Selain itu, pihaknya pun terus mendorong kelompok perempuan untuk terlibat langsung dan ikut serta dalam perencanaan pembangunan di tingkat desa dan kelurahan ada di Lotim. Pasalnya, dengan terlibat langsung dalam perencanaan pembangunan di tingkat desa dan kelurahan, maka apa yang menjadi keputuhan dan kepentingan perempuan tersebut diharapkan bisa terakomodir. Misalnya, Musrenbang dilaksanakan baik di tingkat kecamatan dan kabupaten tidak terlepas dari usulan dari tingkat desa dan kelurahan. Dengan sejak awal perempuan terlibat dalam perencanaan, maka secara lebih luas di tingkat kabupaten kebutuhan dan kepebngan perempuan diharapkan terakomodir baik.

” Karena kita ingin mendorong dari kebijakan untuk keberpikan kepada perempuan,” terangnya. (*)

BACA JUGA :  Ngabuburit Sambil Buat SIM Ala Satlantas Polres Lombok Tengah