Debit Air Dam Pandanduri Menyusut

SELONG—Setelah cukup lama hujan tak kunjung turun, kini debit air bendungan raksasa Dam Pandanduri mengalami penyusutan. Ini terjadi sejak beberapa waktu lalu. “Akibat kemarau panjang, debit air Dam Pandanduri menyusut drastis,” kata Pemungkas Karyadi, Koordinator Pengelola Dam Pandanduri, Rabu kemarin (14/9).

Dikatakan, volume air yang ditampung bendungan itu mencapai 29 juta meter kubik. Namun akibat musim kemarau, kini volume air menurun hingga sampai 5,5 juta meter kubik. Jumlah itu dianggap mengalami penurunan yang sangat drastis.

Persoalan ini lanjutnya, karena jumlah sumber mata air yang masuk ke dam tersebut sangat sedikit. Sementara debit air yang keluar untuk mengaliri lahan pertanian jumlahnya lebih besar. “Dalam satu bulan jumlah air masuk sebesar 1,8 juta kubik. Itu karena waktu pengisian hanya memberikan jatah sembilan hari saja, sementara air yang keluar setiap bulan sebesar 3 juta meter kubik,” terangnya.

Guna menyiasati persoalan itu, pihaknya untuk sementara waktu terpaksa menghentikan pendropan aliran air Dam Pandanduri ke lahan pertanian. Ini dilakukan agar keberadaan air dam tersebut tidak mengalami kekeringan dan kritis. “Kita hanya menyalurkan air untuk MCK sebesar 200 liter perdetik,” pungkasnya.

Meski demikian keberadaan Dam Pandanduri ini, Pemkab setempat tetap berencana memanfaatkan air dam tersebut untuk memenuhi kebutuhan air bersih ke sejumlah wilayah yang selama ini kesulitan mendapatkan air bersih. Bahkan di dam itu akan dibangun pabrik pengelolaan air bersih. Wakil Bupati Lotim, Khaerul Warisin juga pernah turun melakukan pengecekan. “Ini upaya kita untuk mengatas kekeringan di wilayah selatan,” ungkap Warisin.

Pembangunan pabrik pengelolaan dianggarkan dari APBN melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Besaran anggaran yang digelontorkan katanya Rp. 21 miliar. Rencana itu segera mungkin akan ditindaklanjuti. Sebab, pemerintah pusat telah sepakat dengan usulan yang diajukan Pemkab Lotim. “Pembangunan pabrik air bersih diwacanakan untuk mengatasi krisis yang selama ini dialami masyarakat. Khususnya wilayah selatan bagian Kecamatan Keruak dan Jerowaru,” terangnya.

Agar pembangunan pabrik itu tidak ada hambatan, Pemkab segera akan menertibkan keberadaan keramba ikan yang ada di dam tersebut.  Itu harus dilakukan, karena pembangunan pabrik air bersih diharuskan bersih dari budidaya keramba. (lie)