Tujuh Desa di Lombok Timur Belum Cairkan Dana Desa Tahap I, BLT Terhambat

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Lotim Muhammad Hairi (GAZALI/RADAR LOMBOK)

SELONG– Sebanyak tujuh desa di Lombok Timur masih belum bisa dicairkan dana desanya untuk tahap I atau triwulan pertama. Pencairan belum bisa dilakukan disebabkan karena sejumlah kendala.

Tujuh desa itu di antaranya Desa Sikur Selatan, Kecamatan Sikur dan Desa Wakan, Kecamatan Jerowaru. Saat ini sedang diupayakan agar DD untuk tujuh desa itu cair. “Tujuh desa yang belum terealisasi ini masih dalam proses. Apalagi Pak Bupati juga telah menanyakan terkait progres pencairan dana desa ini,” terang Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Lotim, Muhammad Hairi, kemarin.

BACA JUGA :  Jabatan Lowong di Pemkab Lotim Diisi Melalui Seleksi Terbuka

Kondisi ini menyebabkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk warga di tujuh desa itu juga belum bisa dicairkan. “Kalau dana desa belum cair maka BLT juga belum bisa dicairkan. Sementara masyarakat sendiri sangat mengharapkan BLT ini bisa segera cair,” ungkap Hairi.

Khusus untuk Desa Sikur Selatan dan Wakan, pencairan dana desa belum bisa dilakukan disebabkan karena ada persoalan internal. Di Desa Sikur Selatan misalnya, dikarenakan ada salah satu unsur pemerintah desa yang tidak mau menandatangani SPJ sebagai syarat pencairan. “Makanya kita telah berupaya untuk melakukan mediasi. Karena kita sangat sayangkan dana desa ini tidak bisa segera dicairkan akibat masalah internal,” kata Hairi.

BACA JUGA :  Inspektorat Tangani 12 Kasus Penyimpangan DD

Di tahun ini DD yang diterima oleh Lotim nilainya mencapai Rp 308 miliar lebih. Ketentuannya, untuk tahap pertama dicairkan sebesar 40 persen, tahap kedua 40 persen dan tahap ketiga 20 persen. Bahkan beberapa desa yang tidak ada masalah kini sudah mulai mengajukan untuk pencairan tahap kedua. “Yang pasti dana desa sudah cukup besar terealisasi,” tutupnya.(lie)