DBD Menghantui, Virus Corona Merajai

dr Nurhandini Eka Dewi (Irwan/radar lombok)

MATARAM – Dinas Kesehatan Nusa Tenggara Barat meminta masyarakat tetap waspada apalagi menjelang perubahan musim dari musim kemarau ke musim hujan.

Selain virus Covid 19 yang memang masih melanda, penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) juga masih menghantui masyarakat. ” Menurut Anda mana lebih berisiko, DBD atau virus Corona ini?. Jika melihat keduanya, sama-sama memiliki dampak yang fatal, tapi lebih parah virus Corona karena disebarkan melalui interaksi manusia,”kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Nurhandini Eka Dewi.

Ia mengatakan, kedua penyakit ini memang memiliki dampak yang signifikan. Namun, virus Corona sangat mematikan. Korban akibat virus Covid-19 di NTB ini bertambah setiap hari. Hingga saat ini lebih dari 192 orang meninggal dunia dan yang positif lebih dari 3 ribu orang. Sehingga hal yang harus dilakukan oleh masyarakat yaitu dengan tetap mengikuti protokol kesehatan yang ada, jangan sampai lengah karena virus ini menular pada saat interaksi. Masyarakat harus tetap menjaga imun tubuh.
Akan halnya dengan DBD yang memang masih tergolong tinggi di NTB. Akan tetapi untuk DBD ini bisa dihindari dengan cukup dengan menjaga kebersihan di lingkungan sekitar. Rajin menguras bak mandi. Dengan begitu penyakit DBD yang memang dapat membuat orang meninggal dapat dicegah. ” Masyarakat harus rajin membersihkan rumahnya. Karena penyebaran penyakit DBD dapat dilakukan apabila ada nyamuk di rumah kita,” imbaunya.

Data Dikes NTB, ada 13 orang masyarakat NTB meninggal dunia. Dari keseluruhan ini, yang paling banyak berasal dari kabupaten Bima. Adapun jumlah korban DBD di tahun 2020 ini sebanyak 4752 kasus. ” Sekarang kalau saya ditanya mana yang harus kita waspadai, keduanya, karena ini memang penyakit yang bisa membunuh, “katanya.(wan)