DAU KLU akan Dipotong Rp 7,9 Miliar

H Raden Nurjati
H Raden Nurjati (HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK )

TANJUNG – Pemerintah Pusat berencana akan memangkas besaran dana alokasi umum (DAU) Pemerintah Kabupaten Lombok Utara sebesar Rp 7,9 miliar.

Pemotongan ini berlaku secara nasional antara 1,8 persen hingga 2 persen. Hal ini bukan disebabkan oleh realisasi keuangan daerah, melainkan kemungkinan kondisi keuangan negara. “Pemotongan DAU ini belum resmi, baru kami mendapatkan pemberitahuan dari via telpon dari pusat beberapa hari lalu,” aku Kepala Badan Keuangan Daerah dan Aset Daerah (BPKAD) Lombok Utara Raden Nurjati kepada media ini, Senin (31/7).

Pihaknya akan mendapatkan kepastian pemotongan itu, setelah terbitnya peraturan presiden yang akan dikeluarkan pada awal Agustus ini. Pemotongan yang berlaku secara nasional ini, pemerintah daerah dipersilahkan memilih besaran pemotongan dari angka 1,8 persen hingga 2 persen, dari dua pilihan itu pihaknya akan memilih paling tinggi. “Kita akan mengambil tertinggi 2 persen agar tidak kewalahan,” tandasnya.

Dikatakan, pemotongan ini bukan menimpa daerah Lombok Utara melainkan berlaku secara nasional. Penyebab adanya pemotongan ini bukan karena realisasinya keuangan daerah rendah, namun kemungkinan disebabkan kondisi keuangan negara. “Tidak ada kaitannya dengan realiasi keuangan daerah, karena memang wacana memang jauh hari sudah disampaikan hal pemotongan tersebut,” terangnya.

Diakui, pemotongan ini akan berimbas terhadap sejumlah kegiatan daerah, akan tetapi tidak terlalu besar. Oleh karena itu, pada APBD-P 2017 nanti akan dirasionalisasikan anggaran belanja-belanja per kantoran, sedangkan kegiatan yang langsung ke masyarakat akan diupayakan dipertahankan. “Nanti kita akan kurangi pada belanja kantor, dan saya kira ini tidak terlalu berimbas,” tandasnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Lombok Utara Ardianto menyatakan, pihak dewan akan melihat perkembangan atas wacana pemotongan oleh pemerintah pusat tersebut. Pemotongan ini imbas dari kondisi keuangan negara. Anggaran sebesar Rp 7,9 miliar tentu termasuk besar, dari besaran DAU senilai Rp 412 miliar lebih. “Tapi kita lihat perkembangannya dulu, karena itu masih wacana,” tanggapnya.

Jika pemotongan akan benar terjadi, maka pemerintah daerah harus memaksimalkan peningkatan PAD maupun dengan cara menyesuaikan biaya kepada kegiatan-kegiatan lainnya. Terkait tahun lalu tidak ada pemotongan DAU, hanya saja ditunda sebesar Rp 24 miliar. Namun, telah ditransfer pada akhir tahun. (flo)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid