Dasan Cermen Jadi Contoh Kampung Bebas Narkoba

BERANTAS NARKOBA: Dirresnarkoba Polda NTB, Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, saat bertemu Wali Kota Mataram, H Mohan Roliskana, kemarin.(ALI/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Kota Mataram disebut sebagai salah satu daerah dengan peredaran Narkoba yang marak. Peredaran narkoba di daerah ini berupaya untuk diputus. Untuk itu, cukup banyak program dan rencana yang akan dilakukan. Salah satunya menjadikan Kelurahan Dasan Cermen sebagai pilot projek atau percontohan Kelurahan atau Kampung Bebas Narkoba.

Untuk mewujudkannya, Dirresnarkoba Polda NTB, Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, bertemu langsung dengan Wali Kota Mataram, untuk membahas perubahan dan menyusun strategi untuk mengarahkan bangsa Indonesia bebas narkoba. “Nanti kita mulai dari Dasan Cermen Kota Mataram. Itu sebagai pilot projek,” ujarnya usai bertandang ke Kantor Wali Kota Mataram.

Ke depannya, semua stakeholder terkait berupaya untuk membentuk Dasan Cermen sebagai kampung yang benar-benar tangguh, sehat dan utamanya bersih dari narkoba. “Kita akan upayakan ini di Dasan Cermen,” katanya.
Sebagai pendukungnya, sejumlah parameter menjadi acuan bersama. Dimulai dari sektor keamanan, lalu dilanjutkan di sektor ekonomi, kesehatan dan sosial kemasyarakatan yang ditingkatkan. “Empat paramater ini menjadi kuncinya, dan itu kita laksanakan di Dasan Cermen,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Pemkot Mataram Pecat Secara Tidak Hormat Dua PNS Malas

Dasan Cermen dijadikan pilot project Kampung Bebas Narkoba bukan tanpa alasan. Salah satunya karena Dasan Cermen dulunya adalah daerah penyangga lokasi-lokasi basis narkoba. Sehingga tempat yang rawan narkoba dibina oleh petugas. Dasan Cermen juga saat ini sudah bisa menekan peredaran narkoba. ” Kita mulai dari Dasan Cermen,” terangnya.

Setelah pilot project di Dasan Cermen sukses, nantinya kegiatan serupa tetap berlanjut dan bergulir di wilayah lainnya. “Tentu nanti ini akan tetap kita gulirkan di daerah lain,” tambahnya.

Tentang wujud kegiatan yang dilakukan di Dasan Cermen. Sosok yang ditakuti para bandar narkoba ini mengatakan akan mengedepankan empat parameter yang dia sebut sebelumnya, yakni ekonomi, keamanan, kesehatan dan sosial kemasyarakatan.

“Itu harus kita tingkatkan. Ekonomi semua masyarakat di Dasan Cermen itu kita dorong bisa menjadi kelompok UMKM yang bisa digital (e-commerce). Makanya kerja sama dia dengan NTBMall.com, sehingga masyarakat disitu kita pacu untuk memaksimalkan mereka menjadi UMKM yang digital. Mereka jadinya kan tidak mempan dengan rayuan dagang narkoba,” jelasnya.

BACA JUGA :  Dililit Hutang, Komang Gantung Diri

Sementara untuk peredaran narkoba di Kota Mataram, Helmi mengatakan kalau mengacu pada kuantitas dan kualitas penindakan berupa penangkapan yang dilakukan petugas, jumlahnya sudah jauh berkurang.

“Curvanya sekarang menurun. Ditandai dengan harga narkoba yang jauh lebih mahal. Satu gram sabu itu sekarang Rp 1,7 juta. Berarti menunjukkan barangnya tambah sulit ditemukan. Masuknya juga susah karena sering kita tangkap,” terangnya.
Kepada bandar narkoba, Helmi kembali mengatakan untuk menyudahi bisnis haramnya. Karena dirinya tidak akan membiarkan dan menindak tegas pengedar dan lainnya. “Tidak ada ruang untuk jaringan narkoba di NTB, selagi saya bertugas di sini. Apalagi di Kota Mataram tidak boleh ada peluang bandar narkoba,” tegasnya.

Sementara Asisten I Setda Kota Mataram, Lalu Martawang mengatakan, Kota Mataram mendukung penuh upaya pemberantasan dan pencegahan peredaran narkoba. Termasuk menjadikan Dasan Cermen Kampung Tangguh Narkoba. “Iya kita dukung penuh. Kan bagus sekali itu,” singkatnya. (gal)