Dari Sampah Organik, Tembus Pasar Eropa dan Timur Tengah

Kerajinan Buah Kering di Tangan Ari Aditya

Dari Sampah Organik, Tembus Pasar Eropa dan Timur Tengah
Ari Aditya (ist/)

Dari hasil kreasinya,  Ari Aditya seorang perajin buah kering asal Petebong, Karang Rundun, Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya, Mataram ini menjadikan sampah organik bernilai ekonimi tinggi.


LUKMANUL HAKIM – MATARAM


Provinsi  NTB memiliki sumber daya alam yang luar biasa untuk dikembangkan. Berbagai macam bahan baku yang bisa disulap menjadi kerajinan  dan anyaman yang bernilai jual tinggi bisa didapatkan di Provinsi NTB. Hanya saja, untuk mendapatkan itu semua dibutuhkan tangan-tangan terampil dan konsisten dalam menghasilkan karya tangan bernilai ekonomi. Sebagaimana yang dibuktikan Ari Aditya.

Di tangan lelaki  berbagai sampah organik dan buah kering mampu menghasilkan karya kerajinan yang bernilai tinggi. Ari Aditya menyulap berbagai sampah organik dan buah kering menjadi kerajinan hiasan ornament dan hiasan dalam ruangan rumah ini dilirik sejumlah negara di benua Eropa dan juga Timur Tengah.

Keterampilan Ari mengolah sampah organik ini didapatkan saat  dia bekerja di peruahaan penanaman modal asing (PMA) di Bali sejak tahun 1999. Setelah cukup lama di Bali,  Ari memutuskan untuk pindah ke Lombok pada tahun 2003. Dia  bekerja di perusahan asing yang juga bergerak di bidang industri pariwisata khususnya handycraf.  ”Tahun 2006, saya pindah bekerja dan ikut pengusaha asal Jerman yang membuka usaha di Lombok khususnya handycraft, buah kering dan bahan alami,”tutur Ari kepada Radar Lombok Sabtu lalu (9/9).