Dari Ritual Tolak Bala di Desa Songak Kecamatan Sakra

RITUAL TOLAK BALA DI DESA SONGAK
RITUAL : Ritual tolak bala yang digelar warga Songak Kecamatan Sakra, Rabu (5/9). (JANWARI IRWAN)

Warga Desa Songak melaksanakan ritual tolak bala untuk memohon keselamatan kampung dari berbagai gangguan. Sebelum ritual dimulai, terlebih dahulu warga mengunjungi sejumlah tempat keramat.


*JANWARI IRWAN – LOMBOK TIMUR*


Alam sedang bergejolak. Bencana gempa bumi mengguncang dan menewaskan ratusan orang. Belum lagi ribuan rumah rusak. Agar bencana cepat berlalu, warga Desa Songak menggelar ritual tolak bala. Ritual ini adalah sebentuk doa kepada Tuhan agar bencana cepat berlalu.

Dalam kehidupan orang Sasak Lombok dikenal banyak ritual yang sudah menjadi tradisi. Di Songak misalnya. Warga setempat punya sejumlah ritual yang hingga kini masih dihidupkan. Misalnya tradisi bejango ke bale beleq dan sentulak bala. Yang disebut terakhir ini warga menggelarnya terakhir kali ratusan tahun silam.

BACA JUGA: Nama Baru Bandara Tuai Pro dan Kontra

Sebelum mulai melakukan ritual, terlebih dahulu masyarakat mengunjungi tempat-tempat yang dianggap keramat seperti masjid tua, makam Songak, makam Puseah,

Ketamiru, makam Klotok yang berada di pemakaman letok, dan juga mengunjungi salah satu makam keramat seperti makam maling Songak yang ada di wilayah Padamara. Ada juga kemalik embung puntik.” Jadi ada tujuh tempat yang kita kunjungi sebelum memulai melakukan acara ini,” ungkap salah seorang tetua setempat saat ritual berlangsung (5/9).

Ritual sentulak bala dilakukan setelah selesai salat magrib. Prosesi ini dimulai dengan mengelilingi  kampung. Sambil mengelilingi kampung, warga melafazkan selawat nabi.” Tujuan berjalan mengelilingi kampung ini adalah untuk meletakkan sesaji yang tentunya diiringi oleh doa – doa kepada Allah,” terang Amaq Enti.