Dari Ajakan Berfoto Hingga Borong Dagangan

PASAR : Bupati H. Fauzan Khalid saat blusukan di Pasar Narmada kemarin.

Bulan Ramadan semakin dekat. Biasanya kedatangan bulan puasa diikuti dengan naiknya harga Sembako. Pemerintah Kabupaten Lombok Barat bertanggungjawab ikut mengontrol harga-harga agar tetap terjangkau warga. Kemarin Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid datang ke pasar tradisional dalam rangka mengecek harga.

 

 


ZULKIFLI-GIRI MENANG


 

Bupati ditemani Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lobar Agus Gunawan, Kepala Dinas Pertanian H. Muhur Zokhri dan Kasatpol PP Mahnan melakukan pemantauan harga di Pasar Kediri Kecamatan Kediri dan Pasar Narmada Kecamatan Narmada kemarin.

Pemantauan ini untuk memastikan bahwa kenaikan masih normal. Dimana dari hasil pemantauan diketahui rata-rata kenaikan di bawah 10 persen, atau masih dikatakan normal. “ Alhamdulillah kenaikan masih normal. Bahkan ada yang turun sampai 20 persen yaitu ayam. Kemudian ada yang masih tetap seperti daging dan beras,” ungkap Fauzan menceritakan hasil pemantauannya.

Saat blusukan di pasar, ada saja pedagang yang menariknya untuk berfoto bersama. Fauzan pun meladeni dengan tetap menebar senyum.

Misalnya saja saat bertanya dan berdialog dengan seorang ibu asal Dusun Karang Kuripan Timur Desa Kediri. Di saat dialog, tiba-tiba seorang pedagang meminta berfoto bersama. “ Tumben didatangi sama bupati,” ungkapnya.

Tingkah pedagang ini kemudian diikuti ibu-ibu pedagang lainnya. Usai berfoto, Fauzan kemudian membeli panganan bubur ketan dan makanan lainnya dari beberapa pedagang. Bahkan di penjual jajan lainnya, Fauzan tidak segan mencicipi satu jenis makanan dan membeli lebih dari separuh sisa jualan sang pedagang.

Pasar Kediri sendiri terbilang sangat ramai. Pedagang dan pembeli di pasar dominan ibu-ibu.

Kejadian serupa juga terjadi saat mengunjungi Pasar Narmada. Belum sampai tengah pasar, seorang ibu langsung gembira menyambut Fauzan. Tanpa sungkan dia bersama tiga rekannya meminta berfoto bersama menggunakan HP miliknya. Rupanya sang ibu merupakan pedagang dari Dusun Muhajirin Desa Narmada ini sangat hafal wajah bupati. “Dia pernah ngisi pengajian,” jelasnya.

Selain berfoto dan bersalaman, ibu-ibu ini juga banyak yang menyampaikan agar diberikan bantuan modal. Selain itu tentu menjajakan dagangannya ke Fauzan. Bahkan pedagang pakaian dalam perempuan yang dilintasinya turut menawarkan. “Ayo pak untuk istri,” ujar seorang pedagang pakaian.

Dijelaskan oleh bupati, berdasarkan pemantauan di dua pasar tradisional ini, kenaikan normal di bawah 10 persen. Terkecuali bawang putih yang cukup tinggi. Kenaikan ini sendiri dikatakan merupakan kenaikan rutin yang terjadi menjelang Ramadan. Selain memang mulai tinggi permintaan dari masyarakat.

Tugas Pemkab Lobar lanjutnya adalah menjamin ketersediaan stok dan menjaga stabilitas harga pasar. Adapun untuk menjaga stabilitas harga pasar ini sudah disiapkan operasi pasar yang diyakini cukup bisa menstabilkan harga. “Saya ingin diperindag memantau terus pergerakan harga ini sampai lebaran,” tegasnya sembari diiyakan Agus Gunawan.

Selain itu juga diterangkan untuk potensi terjadinya penimbunan, dilakukan koordinasi dengan TNI/Polri. Selain itu diharapkan masyarakat juga melapor apabila menemukan ada yang melakukan penimbunan.

Keamanan stok pangan terjamin hingga tiga bulan ke depan. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Dinas Ketahanan Pangan untuk itu. Masalah operasi pasar, seperti yang diminta juga oleh seorang pedagang di Pasar Narmada, siap dan sudah akan dilakukan. Operasi pasar untuk 10 kecamatan siap digelar. Kemudian untuk penimbunan sendiri, diartikan sebagai penyimpanan suatu komoditas melebihi tiga bulan. Sejauh ini belum ada. Tetapi yang jelas, sudah dikeluarkan Instruksi Polri untuk mengatasi penimbunan ini. Begitu ditemukan, akan langsung diproses untuk pencabutan izin.(*)