Dapat Bantuan Sumur Bor, Warga Sukarara Gelar Syukuran

UNGKAPAN SYUKUR: Ungkapan bahagia karena mendapatkan bantuan sumur bor, warga Desa Sukarara menggelar syukuran, dengan menyajian ratusan dulang (makanan) untuk dinikmati para tamu undangan saat penyerahan (JANWARI IRWAN/RADAR LOMBOK)

SELONG—Setelah sekian lama mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih, masyarakat Desa Sukarara, Kecamatan Sakra Barat (Sakbar) kini bisa tersenyum, setelah desanya mendapatkan bantuan sumur bor. Bahkan sebagai ungkapan kegembiraan, masyarakat sampai menggelar acara syukuran dengan mendatangkan gamelan, termasuk sajian ratusan dulang untuk dinikmati masyarakat dan para tamu undangan.

Kegiatan syukuran ini dihadiri oleh Komisi III DPRD Lotim dari Fraksi Demokrat, dan Kepala Bidang Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Lombok Timur, serta beberapa pejabat lainnya, yang datang sekaligus melakukan serah terima bantuan sumur bor yang telah dibangun di Desa Sukarara.

Komisi III DPRD Lotim dari Fraksi Demokrat, Raden Rahadian Sudjono mengatakan, sebenarnya pembangunan sumur bor di Desa Sukarara ini termasuk kurang, kalau dibandingkan dengan jumlah penduduk Desa Sukarara yang mencapai ribuan orang. Namun sebagai awal dan bentuk rasa prihatin kepada masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih, keadaan ini memang harus segera diatasi, walaupun bertahap.

“Melihat dari jumlah penduduk di wilayah ini, sumur bor yang harus disiapkan minimal dua. Namun karena keterbatasan dana, kita memberikan hanya satu unit saja,” jelasnya kemarin (27/10).

Sumur bor yang di buat oleh Pemda Lombok Timur ini diakui masih belum 100 persen jadi, sehingga untuk menyalurkan air ke rumah masing-masing masyarakat masih terkendala. Tapi mengingat keadaan masyarakat yang harus cepat mendapatkan air bersih, maka serah terima sumur bor disegerakan.

“Jika kita melihat dari letak dan jarak rumah masing-masing masyarakat desa yang akan dialiri oleh air ini, sumur bor ini seharusnya memiliki tower yang tinggi. Sehingga bisa dengan cepat dapat memenuhi kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.

Disampaikan, dalam pembuatan sumur bor harus melalui kajian yang dinamakan geolisrik. Sementara untuk geolistrik ini harus bekerja sama dengan pemerintah provinsi, yang bertujuan mencari titik air melalui setelit, sehingga pemerintah daerah tepat sasaran dan debit air yang dihasilkan cukup banyak. “Menurut informasi dari Dinas ESDM, untuk debit air yang bisa dihasilkan oleh sumur bor ini sebanyak tiga hingga lima liter per detik,” ungkapnya.

Kepala Bidang ESDM Lotim, Sri Hijraini mengatakan, untuk penambahan sumur bor yang ada di Sukarara belum bisa dipastikan. Namun untuk pembuatan tower akan diusahakan bekerja sama dengan Bappeda Lotim. “Jadi apa yang sudah terbangun ini untuk sementara hanya ini dulu. Untuk penambahan jaringan akan diusahakan bekerjasama dengan Bapeda dan dinas-dinas terkait,” jelasnya.

“Selama saya menyerahkan program bantuan sumur bor, baru pertama kali ini saya di sambut dan melihat acara yang begitu meriah. Bahkan sampai ada gamelan dan dulang berjejer begitu banyak. Tentu hal ini tidak lepas dari rasa bahagianya masyarakat, setelah sekian tahun selalu mengalami kekurangan air bersih,” kagumnya.

Bantuan yang diberikan pemerintah daerah ini, pihaknya berharap bisa dimanfaatkan maksimal oleh masyarakat Desa Sukarara, sehingga kekurangan air tidak lagi menjadi masalah.

Sedangkan Kepala Desa Sukarara, Hasanudin menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan yang diberikan Pemda kepada warganya. Pihaknya berharap ada tambahan lagi kedepannya, sehingga seluruh masyarakat Desa Sukarara bisa menikmati air bersih. (cr-wan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid