Danramil Tanjung Ajak Masyarakat Jaga Keutuhan NKRI

BERBICARA : Danramil Tanjung Kapten Infantri Raden Sungede doa bersama dan mensosialisasikan keutuhan NKRI. Foto ini diambil selepas pelaksanaan salat jumat di Masjid Agung Baiturrahim Desa Tanjung Kecamatan Tanjung (HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

TANJUNG – Danramil Tanjung Kabupaten Lombok Utara mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat Lombok Utara untuk tidak melakukan tindakan anarkis demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Karena, kondisi masyarakat di Lombok Utara sangat aman dan penuh kerukunan. Justru denga kondisi aman ini, jangan sampai ada oknum-oknum kelompok yang tidak bertanggung jawab ingin merusak keamanan dan kerukunan.

“Masih ada, sehingga kita bisa menyampaikan kepada masyarakat untuk tidak melakukan tindakan anarkis. Kondisi di Lombok Utara sangat aman. Justru dengan kondisi aman, jangan ada dirusak kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab,” ucap Danramil Tanjung Kapten Infantri Raden Sungede kepada Radar Lombok, belum lama ini.

Ia berharap, jangan sampai terjadi perpecahan. Untuk mencegah hal tersebut, pihak Danramil melakukan berbagai cara pendekatan dengan memberikan wawasan kebangsaan dengan menyasar sekolah-sekolah, pondok pesantren,  tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan yang sudah dilakukan secara terus menerus. “Bukan sekarang saja, mulai dari bulan Agustus hingga sekarang, seperti di Ponpes Nurul Bayan, Raidatul Islam di Penjor. Ini akan dilakukan secara terus,” tandasnya.  

Danramil juga selalu berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk bersama-sama meningkatkan sinergitas. Diketahui, bahwa di Lombok Utara menganut tiga agama, yaitu Islam, Hindu, dan Budha. “Alhamdulillah semunya hidup penuh kerukunan. Mari kita jara kerukunan itu,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Lombok Utara H. Najmul Akhyar dalam setiap kesempatan. Ia selalu menyampaikan menjaga kerukunan, ia bersama wakil bupati selalu turun secara bergiliran ke masing-masing umat agama. “Kami di Lombok Utara, pada setiap waktu tertentu seperti hari Jumat mendatangi masing-masing umat agama. Itu sebagai bentuk memelihara dan menjaga kerukunan selaku pemerintahan,” tandasnya.

Dengan cara semacam itu, menurutnya, sangat membantu. Ia bersyukur sampai saat ini tidak pernah terjadi perkelahian yang disebabkan SARA. Oleh sebab itu, ia menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu bersatu membangun daerah. (flo)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid