Dana Desa Paling Telat Dicairkan Mei

Endah Proborini (M. Gazali/Radar Lombok)

SELONG – Tahun ini pemerintah pusat menggelontorkan Rp 314 miliar lebih dana desa (DD) untuk Lombok Timur. Untuk pencairan tahap pertama bagi 239 desa, akan dilaksanakan paling telat bulan Mei mendatang.

Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Selong, Endah Proborini, menjelaskan, berkaitan dengan pencairan dana desa tahap pertama ini memang telah bisa dilakukan sejak awal tahun. Tapi untuk Lotim sendiri sementara ini masih belum ada pencairan. Bahkan di semua kabupaten di seluruh Indonesia hanya bisa dihitung jari desa yang telah mencairkan dana desanya.”Kalau kita sih dari Januari ini sudah siap untuk mencairkan. Tapi sampai sekarang ini belum ada satu pun desa di Lotim yang telah mengajukan pencairan,” kata Endah Proborini.

Pihaknya segera berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) untuk mempercepat pencairan dana desa ini. Bahkan diupayakan di sisa beberapa minggu Januari dan Februari sudah ada desa yang telah bisa mencairkan jatah dana desanya.

Dari koordinasi dengan dinas terkait, bagi desa yang telah menyerahkan dan melengkapi persyaratan supaya segera diajukan untuk dicairkan. Proses pencairan dana desa kata dia, pertama kelengkapan administrasi diajukan terlebih dahulu untuk diverifikasi. Kalau sudah lengkap baru diajukan kembali ke BPKAD. Setelah itu diusulkan ke KPPN untuk pencairan.” Dana desa ini ditransfer langsung ke rekening desa. Makanya kita akan minta PMD meminta desa untuk segera mengajukan pencairan. Kalau terlambat dana itu bisa ditarik,” jelasnya.

Selain dana desa, Proborini juga menyinggung masalah penyaluran Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik dari pemerintah pusat untuk Satker di wilayah kerja KPPN Selong. Berkaitan dengan DAK fisik ini, kemungkinan sebagiannya akan ada drecofusing untuk penangan Covid-19. Tapi Endah belum mengetahui secara rinci berapa persen DAK fisik akan di- recofusing.(lie)