Dampak Positif Sistem Zonasi Mulai Dirasakan

Ilustrasi
Ilustrasi

MATARAM—Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi sebelumnya mendapat banyak kritikan. Namun setelah empat bulan proses tersebut berlalu, sekolah jenjang SMA negeri mengaku mulai merasakan dampak positifnya.

Kepala SMAN 1 Mataram, H. Lalu Fatwir Uzali mengatakan, proses PPDB dengan gaya baru yang disebut sistem zonasi sempat menjadi pemicu terjadinya masalah antara sekolah dengan masyarakat. Kasus ini sangat dirasakan pihaknya, terutama di sekolah yang dipimpinnya.

Namun semua dampak seperti itu tidak lagi dianggap signifikan. Justeru belakangan dampak positifnya mulai dinikmati oleh masyarakat, sekolah dan siswa.

Diantara dampak positif tersebut yakni, mulai dari mudahnya masyarakat mendatangi sekolah sesuai zonanya. Sekolah mudah mengontrol siswa dan siswa merasa nyaman mengikuti kegiatan di luar jam sekolah.

“Karena lokasi sekolah dengan rumahnya cukup dekat,” ucapnya, Senin (16/10).

Pengakuan atas dampak positif ini disebut pihaknya karena belakangan beberapa orangtua siswa mengaku dipermudah menjangkau sekolah tempat anaknya menuntut ilmu. Begitu juga dengan siswa, sejauh ini menurut pantauannya, siswa menjadi semakin aktif ikut serta diberbagai kegiatan ekstrakurikuler (eskul).

Adapun dampak untuk sekolah, Fatwir menyebut, nuansa sekolah akan menjadi lebih hidup kedepan. Namun bukan berarti sebelumnya tidak bagus, hanya saja dengan sistem ini ada peningkatan dari sebelumnya.

Terpisah, Ketua Dewan Pendidikan Provinsi NTB, H. Syamsul Anwar mengatakan, berdasarkan respon para orangtua siswa. sejauh ini menurutnya sangat positif. Mengingat manfaatnya sudah mulai dirasakan.

Hanya saja, system ini disebutnya masih perlu terus dieavaluasi. Langkah ini disebut penting agar semakin sempurna.

“Ya, kami juga sudah mulai melihat respon para orangtua dengan sangat positif atas sistem zonasi tahun kemarin,” tutupnya. (cr-rie)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid