Dampak Covid-19, Lotim Dapat Jatah Proyek Action

LOMBOK: Sekda Lotim HM Juaini Taufik melounching program proyek the Active Citizens Building Solidarity and Resilience in Response to COVID-19 (ACTION) Rabu (19/11) (M.Gazali/Radar Lombok PELUNCURAN/RADAR)

SELONG – Lombok Timur satu dari beberapa kabupaten di Indonesia yang mendapatkan proyek the Active Citizens Building Solidarity and Resilience in Response to COVID-19 (ACTION).

Sekretaris Daerah (Sekda) Lotim HM Juaini Taufik menyampaikan sinergi semua pihak dalam menghadapi pandemi Covid-19 mutlak dibutuhkan. Karenanya, ia menyambut baik proyek tersebut, dimana Lotim menjadi salah satu daerah lokasi kegiatan ini selain Jakarta, Jawa Barat, Yogyakarta dan Makassar. “Wilayah-wilayah tersebut dipilih karena dinilai memiliki beban kasus yang meningkat dan secara signifikan terkena dampak pandemi,” ujarnya saat launching proyek ini yang berlangsung virtual Rabu (19/11).

Alasan lainnya adalah penduduk yang padat, angka kemiskinan yang tinggi, kekerasan terhadap perempuan yang meningkat selama masa pandemi COVID-19 serta jumlah kelompok rentan yang banyak. Karenanya membutuhkan intervensi untuk pengurangan risiko penularan COVID-19 dan pemulihan sosial dan ekonomi.
ACTION sebagai sebuah proyek mendukung kebutuhan fasilitas perawatan kesehatan, layanan kesehatan mental, sistem air dan sanitasi, inisiatif pertanian, penyerapan tenaga kerja, peningkatan kapasitas, bantuan penggalangan dana, asesmen bantuan keuangan dan kampanye publik untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

Proyek ini akan berlangsung selama 24 bulan ini menargetkan komunitas marjinal dan dengan risiko tinggi di desa dan perkotaan dalam dua fase. Fase pertama berfokus dalam kesehatan, air dan sistem sanitasi. Fase kedua menindaklanjuti perbaikan ekonomi dan kondisi sosial. ” Proyek ini digawangi konsorsium dengan Hivos yang bermitra dengan SAPDA, KAPAL Perempuan, CISDI, PUPUK, dan PAMFLET juga akan mendukung pemerintah di semua lini untuk menangani dampak pandemi dan respon terhadap kebutuhan darurat dengan pendekatan multisektoral,” tambah Juaini.(lie)