DAK Fisik Bidang SMK Sukses, Hasilkan Spek Bangunan Berkualitas

Kondisi SMKN 3 Selong sudah selesai pengerjaan DAK Fisik dengan kualitas yang bagus.

MATARAM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB melakukan rapat koordinasi evaluasi pelaksanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik SMK. Kegiatan berlangsung di Hotel GoldenPalace tanggal 27-28 Desember 2022. Rakor DAK Fisik SMK ini dihadiri oleh Kepala SMK yang menerima DAK Fisik se-NTB, Fasilitator dan tim sekolah.

“Alhmadulillah, pelaksanaan DAK Fisik tahun ini berjalan lancar. Ada yang sudah selsai ada yang masih tahap 80 persen, baik SMA maupun SMK dan SLB se-NTB,” ungkap Kadis Dikbud NTB, Dr H. Adiy Furqan saat membuka Rakor Evaluasi, Selasa (27/12).

Dikatakan lebih lanjut, sejumelah RKB progresnya cukup membanggakan. Bahkan ada yang sudah seratus persen selsai dikerjakan kalaupun ada kendala di ruang praktik siswa (RPS).

“Di beberapa tempat karena faktor cuaca dan memang ada yang mulai telat. Solusi kita melakukan adendum untuk perubahan waktu yang akan melampaui tahun anggran, serta ditunjang oleh peraturan yang membolehkan,” jelasnya.

Oleh sebab itu, Rakor ini dilakukan tidak lain untuk mengetahui kondisi rill minggu keempat Desember 2022 agar bisa mendampingi dan mengambil kebijakan untuk penyelsaian di awal 2023.

“Kita pastikan tanggal 20 Januari 2023 sudah selsai seratus persen pengerjaan DAK Fisik tahun 2022 ini,” katanya.

Ditegaskannya, bahwa pengerjaan DAK Swakelola tipe 1 ini yang terpenting selsai dikerjakan serta tidak keluar dari aturan dan uang negara tersebut dimanfaatkan dengan optimal.

Baca Juga :  HPTKes dan APTISI Tolak Keras Permendikbud Soal Uji Kompetensi Mahasiswa Kesehatan

“Yang menjadi masalah duit habis kemudian pekerjaan belum selesai,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SMK Dikbud NTB, M Khairul Ihwan menambahkan Rakor evaluasi pelaksanaan DAK Fisik bidang SMK 2022 dilakukan dipenghujung 2022.

“Target Rakor ini diantaranya kita mendapatkan laporan yang sesungguhnya tentang progres dan serapan anggaran. Nanti kepala sekolah, fasilitator membuat laporan sesuai dengan format yang sudah disiapkan,” katanya.

Selain itu, nanti fasilitator diminta untuk membuat kendala-kendala yang terjadi selama ini, misalnya hujan, angin atau post mayor dan lain sebagainya. Laporan progres serta kendala yang dihadapi tersebut akan dikumpulkan oleh bidang SMK untuk dibawa ke rapat pimpinan di Dinas Dikbud NTB. Selanjutnya, Kepala Dinas selaku PA akan merangkum semua laporan, baik SMA, SMK maupun SLB untuk menarik kesimpulan untuk rekomendasi selanjutnya.

Selanjutnya, setelah ada kesimpulan baru dilakukan rapat bersama OPD yang lain tentu dengan melibatkan Kejaksaan dari sisi hukumnya untuk menyelsaikan DAK Fisik tahun ini.

“Secara aturan yang sudah kita pelajari memang diperbolehkan untuk melaksanakan di sisa waktu di 2023,” ujarnya.

Oleh sebab itu, pihaknya berterima kasih kepada kepala sekolah, tim fasilitator yang telah mengerjakan RKB sudah selsai seratus persen. Hanya saja yang belum selsai itu ruang praktis siswa (RPS) dan bangunan bertingkat namun dipastikan selsai tanggal 20 Januari 2023 mendatang.

Baca Juga :  Guru NU Harus Menjadi Terdepan Mencerdaskan Anak Bangsa

“Kalau RKB semuanya sudah selsai dengan spesifikasi yang lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya,” katanya .

Fasilitator SMKN 2 Kota Bima, Awaludin mengatakan dengan pola tipe 1 pengerjaan DAK Fisik walapun tertatih-tatih dari awal, tapi 100 persen sudah selesai dikerjakan di SMKN 2 Kota Bima.

“Kami komitmen dengan suplayer sehingga hasilnya maksimal dengan melibatkan masyarakat setempat,” ucapnya.

Diakui, pengerjaanya  sudah selesai dan berharap pola seperti ini ditetapkan oleh pemerintah.

“Kita berharap pola ini bermanfaat untuk masyarakat khususnya di sekitar SMKN 2 Kota Bima,” harapnya.

Kepala SMK swasta Bajang NWDI Ajan Lombok Timur Tontowi Johari mengungkapkan, pihaknya mendapatkan bantuan DAK fisik SMK untuk pembangunan ruang praktik siswa (RPS) dan peralatan teaching factory kompetensi keahlian (KK) tata busana. Perkembangannya sampai saat ini mencapai 87 persen.

Kendalanya, selain desain bangunan RPS berstandar tinggi, ada regulasi baru yang harus dipelajari sekolah dalam hal administrasi pelaporan sehingga perlu penyesuaian. “Ini baru dan kekakuan itu pasti ada sehingga kami harus hati-hati dalam pelaksanaannya, dan Alhamdulillah kami tetap mendapat panduan dari dinas, sehingga target kami di Januari sudah bisa rampung,” tandasnya (adi)

 

Komentar Anda