Curi Laptop, Anak Anggota Dewan Ditangkap

Curi Laptop, Anak Anggota Dewan Ditangkap
PELAKU : Pelaku Curat yang ditangkap tim opsnal Polsek Pagutan kemarin. (Ali/Radar Lombok)

MATARAM—Tim Opsnal Polsek Pagutan menangkap seseorang yang diduga sebagai pelaku pencurian dengan pemberatan (curat). Pelaku berinisial AW (20 tahun), warga Desa Rato Kecamatan Bolo Kabupaten Bima. Ia ditangkap karena mencuri beberapa barang elektronik milik anggota Polri yang bertugas di Polda NTB. “ Baru satu orang pelaku yang kita tangkap. Rekannya satu orang masih buron. Korbannya anggota polisi,” ungkap Kapolsek Pagutan IPDA Agus Rachman kemarin (29/1).

BACA JUGA :  Begal Wisatawan Asing Asal Lombok Tengah Diringkus

Modus yang dilakukan, kedua pelaku masuk ke rumah korban yang tidak terkunci. Rumah korban berada di BTN Griya Indan Kelurahan Pagutan Kecamatan Mataram. Aksi pencurian tersebut terjadi pada hari Kamis (25/1) sekitar pukul 13.00 Wita. Saat itu, AW bertindak selaku penunggu . Sedangkan rekannya yang masih buron sebagai eksekutor dan mengambil beberapa barang milik korban. Barang hasil curian diantaranya berupa laptop kemudian dibawa ke salah satu konter di Dasan Agung untuk dijual. “ Uang hasil penjualan itu akan digunakan menebus Hp yang digadai,” katanya.

Keduanya berhasil mengambil beberapa barang milik korban antara lain satu unit laptop warna putih, satu buah charger, satu unit HP dan uang hasil penjualan laptop sebesar Rp 2,1 juta. Terungkapnya kedua pelaku ini setelah diketahui menjual laptop di daerah Dasan Agung.” AW kita tangkap pada hari Jumat (26/1) sekitar pukul 11.00 Wita disebuah tempat kos yang letaknya tak jauh dari TKP. Sedangkan rekannya itu sampai sekarang masih buron,’’ ungkapnya. 

BACA JUGA :  Bandar Sabu asal Gerung Lombok Barat Diborgol

Di depan petugas, pelaku mengakui perbuatannya. Ia mengaku sudah tiga bulan berada di Mataram. Kedatangannya ke Mataram untuk melamar sebagai anggota polisi. Namun niat tersebut urung dilaksanakan. Ia pun tidak mengetahui barang yang dicuri bersama rekannya adalah milik anggota polisi. Selain itu, ia mengaku sebagai anak anggota DPRD Kabupaten Bima.  Saya anak dari anggota DPRD Kabupaten Bima,” katanya didepan petugas. 

Akibat perbuatannya, pelaku terancam dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara.(gal)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut