Curi Kabel Telkom dengan Modus Perbaiki Pipa Air

PANTAU: Kapolresta Mataram Kombes Pol Heri Wahyudi saat turun memantau proses olah TKP pada Jumat (14/1). (DERY HARJAN/RADAR LOMBOK)

MATARAM–Tim Puma Sat Reskrim Polresta Mataram berhasil mengungkap kasus pencurian kabel galian di bawah tanah milik PT. Telkom di Jalan Panca Usaha, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. Total tiga orang diduga sebagai pelaku telah diamankan saat sedang beraksi pada Jumat dini hari (14/1) sekitar pukul 01.00 WITA.

Kapolresta Mataram Kombes Pol Heri Wahyudi membenarkan kasus ini. Namun Heri  belum bisa menyimpulkan secara jelas kronologis kejadian karena saat ini masih dalam proses penyidikan.

Heri menyebut bahwa pelaku pencurian terdiri dari 5 orang, namun baru 3 pelaku yang berhasil ditangkap, sementara 2 lainnya  masih dalam proses pengejaran. “Berdasarkan rekaman kamera CCTV pelakunya ada 5 orang. Kita baru menangkap 3 orang. Dua pelaku lainnya melarikan diri. Tiga pelaku yang diamankan inisialnya A, M dan H yang semuanya berasal dari Lingkungan Pusaka Monjok, Kecamatan Mataram termasuk 2 orang yang berhasil kabur,” jelasnya, kemarin (15/1).

BACA JUGA :  Polda Usut Perusakan Gerbang Kantor DPRD NTB

Heri menjelaskan bahwa berdasarkan hasil  interogasi, para pelaku ini sudah melakukan aksinya sebanyak tiga kali dan baru kali ini tertangkap. “Mereka sistemnya menggali tanah kemudian memotong kabel (yang ada dalam tanah). Setelah itu dijual. Per kilogramnya dijual sekitar Rp 90 ribu,” ujarnya.

Atas perbuatannya, para pelaku kini diamankan di Polresta Mataram guna proses lebih lanjut. Kabel ukuran 2 meter yang berhasil dipotong pelaku turut diamankan sebagai barang bukti.

BACA JUGA :  Instruksi Presiden, Polisi ‘Panen’ Preman

Kepala Lingkungan Pusaka Monjok, Sukarini  membenarkan bahwa kelima pelaku merupakan warganya yang memang saat ini tidak punya pekerjaan. “Sebelumnya beberapa dari mereka telah diberikan pekerjaan sebagai tukang parkir dan penjaga sekolah, namun karena hasilnya tidak sesuai dengan harapan, akhirnya berhenti bekerja dan kembali menganggur,” ucapnya.

Seorang warga yang tinggal di sekitar TKP membenarkan bahwa beberapa malam dia mendengar orang menggali. Karena penasaran, ia menghampiri dan menanyakan kepada mereka sedang gali apa, dan dijawab oleh pelaku memperbaiki saluran air. “Saya melihat sekitar 4 atau 5 orang saat itu, namun saya tidak melihat dia mengambil sesuatu atau kabel dari dalam galian tersebut,” pungkasnya. (der)