Curi iPhone 13 Milik Polisi, AM Ditangkap

DITANGKAP: AM (baju putih) saat memasuki mobil Tim Puma Polresta Mataram dan akan dibawa ke Mapolresta Mataram usai ditangkap lantaran mencuri iPhone 13.(IST FOR RADAR LOMBOK)

MATARAM-Tim Puma Satreskrim Polresta Mataram menangkap pencuri HP inisial AM (24), Rabu (22/11) kemarin. Korbannya ialah Muhammad Fadilah Zulni Prayoga, seorang anggota polisi yang bertugas di Biddokkes Polda NTB. “Iya korbannya seorang anggota polisi,” kata Kasatreskrim Polresta Mataram Kompol I Made Yogi Purusa Utama, Kamis (23/11).

Tim Puma Satreskrim Polresta Mataram mengamankan AM di rumahnya di Desa Keruak, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur. Dari interogasi, pelaku mengaku pertama kali mencuri. Pencurian itu terjadi awal Oktober lalu, sekitar pukul 17.00 WITA. “Awalnya pelaku hendak bermain futsal, namun karena melihat ada salah satu tas yang terbuka sedikit dan melihat iPhone, sehingga pelaku langsung timbul niat,” sebutnya.

Pelaku terpesona dengan iPhone 13 milik korban, sehingga tergerak mengambil HP mewah itu di saat korban sedang main futsal. “Setelah jadi mengambil HP korban, pelaku tidak jadi bermain futsal dan memilih pulang,” ujarnya.

Di pertengahan jalan, pelaku membuang kartu HP tersebut. Sedangkan HP korban yang terkunci berhasil dibuka dengan cara menekan lupa sandi. Setelah terbuka, pelaku langsung mem-postingnya di market place FB. HP korban pun laku terjual Rp 7,1 juta. “Uang digunakan untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari,” katanya.

Sementara dalam laporan polisi dengan Nomor: LP/B/332/XI/2023/SPKT/Polresta Mataram/Polda NTB, korban mengalami kerugian Rp 12,5 juta. “HP korban itu berhasil kami temukan, pembelinya itu masih dalam proses pemeriksaan,” ungkap Yogi.

Di dalam laporan korban, HP-nya hilang saat menaruh tas di tribun penonton. Kemudian meninggalkannya pulang karena mau mengambil bola di rumahnya, wilayah Seruni. “Saat kembali, korban mengecek HP-nya sudah tidak ada,” sebutnya.

Untuk pelaku sendiri, saat ini sudah diamankan di Mapolresta Mataram guna penyidikan dan proses hukum lebih lanjut. Atas perbuatannya, pelaku terancam Pasal 362 KUHP. (sid)

Komentar Anda