Curhat Indrya Milasari, Pesilat Andalan NTB yang Gagal Raih Emas

Atlet NTB dari Cabang Olahraga (Cabor) Pencak Silat, Indrya Milasari ditarget  menyumbang satu medali emas dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016 Jawa Barat. Namun, amanah dan harapan tersebut kandas. Milasari kalah di semifinal oleh pesilat tuan rumah.

 

AZWAR ZAMHURI – MATARAM

 

Sosok dara cantik yang akrab disapa Mila ini bukanlah atlet bau kencur dalam cabor Pencak Silat. Namanya telah berkibar pada PON XVIII tahun 2012 lalu karena berhasil menyumbangkan medali emas. Ia merupakan atlet andalan NTB dan juga bangsa Indonesia sampai kancah internasional.

Kandasnya perjuangan atlet kelahiran 17 Juni 1989 ini tentu menjadi pukulan telak karena tidak pernah diperkirakan.  Apalagi kalah di semifinal oleh atlet tuan rumah Nadia Putri Dewi yang sebelumnya telah  ditaklukkan saat try out beberapa waktu lalu.

Perjalanan Mila pada PON kali ini yang berlga di kelas 65 – 70 memang cukup mengecewakan. Padahal pada babak penyisihan, ia menang telak melawan atlet Gorontalo dengan skor 5 –  0. Begitu juga  ketika merebut tiket ke semifinal, dengan mudahnya ia tumbangkan pesilat Sulawesi Selatan (Sulsel), Purnama Sari dengan skor 5-0.

Namun kehebatannya Mila harus terhenti di babak semifinal. Semua jurus andalan dikeluarkan Mila, apalagi dirinya sudah memiliki pengalaman bertanding dengan musuhnya ini. “Semua orang bisa menilai main saya kemarin, kalau dilihat dari segi permainan memang saya masih di atasnya dia. Cuma ya itu, banyak faktor yang bisa mempengaruhi,” tuturnya saat diwawancara Radar Lombok via facebook, Senin kemarin (26/9).

Bagi atlet yang  masih lajang ini, gagal meraih emas pada PON 2016 begitu sangat menyakitkan. Tidak ada pihak  yang paling terluka atas sebuah kegagalan atlet  NTB kecuali atlet itu sendiri.

Milasari bukanlah atlet biasa, ia sudah tercatat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) sejak 2011 pada Dinas Dikpora Provinsi NTB atas berbagai prestasi yag diraihnya melalui  pencak silat. Sebut saja dua kali medali emas diraihnya dalam Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS), tiga kali mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Kejuaraan antar PPLM , menjadi peserta PON 2008, 2012 dan tahun ini.

Sejak awal  memasuki Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) di Gelanggang Olahraga (GOR), Mila telah diyakini mampu menyumbang emas. Kepercayaan tersebut benar-benar dijaga, bahkan dirinya tidak akan tenang menikah jika gagal meraih medali emas dalam PON 2016. Memang sudah menjadi rencana hidupnya, Mila akan melepas masa lajang setelah usai PON.

Kini kegagalan itu, bukan hanya akan membuatnya tidak nyaman menikah tetapi juga mimpi berlaga di SEA Games menjadi terancam. “Semua orang khususnya kami selaku atlet tidak ada yang mau kalah, kami sudah berjuang buat NTB. Tapi memang kondisi yang membuat saya kalah. Soal menikah, insya Allah tetap setelah PON ini, tapi harapan bisa bisa ikut SEA Games jadi sulit,” ucapnya.

Target Mila memang ingin bisa tampil pada SEA Games mendatang. Bulan Oktober paska PON direncanakan ada Seleksi Nasional (Seleknas). Ia sangat berharap bisa mendapatkan panggilan, untuk membalas kegagalan kali ini dengan pembuktian kualitas diri.

Meskipun dirinya bersama para atlet NTB yang lain gagal meraih medali emas, tetapi Mila ingin tetap dihargai oleh masyarakat NTB. Para atlet telah berjuang sekuat tenaga melalui persiapan yang matang, latihan tekun dan saat bertanding mengeluarkan seluruh kemampuan. “Dibilang kecewa, kami yang paling sangat kecewa. Tapi mau bilang apa mas, saya sendiri merasakan sudah berusaha maksimal. Harapan saya, semoga apa yang kami lakukan bisa dihargai oleh semua pihak,” harap anak pasangan Cindra Bagas Alam dan Farida ini.

Milasari sudah menggeluti pencak silat sejak kecil. Dia lahir dari keluarga pesilat. sang Ayahnya merupakan pelatih di perguruan Cempaka Putih.Sejak sekolah di SDN 1 Beleka Lombok Barat ia  menekuni silat.

Saat sekolah di SMPN 1 Gerung, ia dipercaya mengikuti kejuaraan Gubernur Cup. Mila pun berhasil menyabet emas dalam kejuaraan tersebut. Kemudian ia bergabung di PPLP NTB ketika sudah masuk SMAN 2 Mataram. Kini Mila masih tercatat sebagai mahasiswi jurusan FPOK di IKIP Mataram.

Hidupnya dalam dunia silat akan terus berlanjut, bahkan setelah menikah pun ia tidak akan pernah  meninggalkan silat. Mila juga ingin mengikuti jejak ayahnya sebagai pelatih jika telah berumah tangga nanti.(*)