Cuaca Ekstrem Rawan Korsleting Listrik

Cuaca Ekstrem Rawan Korsleting Listrik
PEMELIHARAAN : Petugas PLN yang sedang melakukan pemeliharan di wilayah Mataram, Kamis (9/1).( FAISAL HARIS/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Imbauan BMKG Stasiun Meteorologi kelas II Bandara Internasional Lombok (BIL) direspons PT Perusahaan Listrik Negara Unit Induk Wilayah (PLN UIW) NTB. PLN mengimbau agar masyarakat tetap waspada atas kemungkinan terjadinya korsleting istrik yang ditimbulkan cuaca ekstrem.

Imbauan ini disampaikan Manager Komunikasi PLN Unit Induk Wilayah NTB, Taufik Dwi Nurcahyo, kondisi cuaca ekstrem akhir-akhir ini masih melanda wilayah NTB. Masyarakat harus tetap waspada dampak yang ditimbulkan. Karena biasanya cuaca buruk seperti ini berdampak kepada kelistrikan. Walau PLN sudah mengantisipasi agar sistem jaringan kelistrikan tetap terjaga dan aman. “Tetap masyarakat harus waspada dengan memperhatikan istalasi kelistrikan di rumahnya dalam kondisi aman. Mungkin kalau ada instalasi yang terkelupas agar segera diperbaiki. Jangan sampai nanti terkena air, sangat berpotensi terjadinya konsleting,” imbuh Taufik kepada Radar Lombok, Kamis (9/1).

Taufik mengajak masyarakat agar menggunakan listrik dengan tetap memperhatikan keamanan. Apalagi dengan kondisi cuaca ekstrem yang masih akan melanda wilayah NTB. Tentu masyarakat dalam penggunakan listrik sesuai aturan. “Jadi tetap menggunakan listrik dengan baik sesuai aturannya. Jika ada gangguan agar segera lapor ke PLN. Kalau misalkan dari masyarakat ada yang melihat potensi gangguan yang membahayakan, bisa melapor ke PLN melalui layanan yang sudah kami siapkan. Baik di kantor terdekat atau melalui call center PLN 123, atau langsung ke kantor terdekat,” sarannya.

Taufik juga menyampaikan, PLN sejauh ini rutin melakukan pemeliharaan, baik menebang pohon yang berdekatan dengan jaringan PLN, guna mengatisipasi terjadinya bahaya yang ditimbulkan. “Dari PLN, petugasnya sudah melakukan inspeksi dan juga pemeliharaan. Di antaranya dengan memotong pohon yang dekat dengan jaringan, untuk mengantisipasi biar tidak ada yang roboh dan menimpa jaringan. Kita juga tetap jalan untuk pemeliharaan rutin di setiap unitnya,” tambahnya.

Dikatakan Taufik, pihaknya tidak henti-hentinya mengimbau dan menyarankan masyarakat, jika ada potensi yang bahaya, pohon atau bangunan yang berdekatan dengan jaringan, agar tidak melakukan tindakan sendiri supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya ada terjadi pohon tumbah atau bangunan roboh akibat angin kencang, masyarakata diminta segera menghubungi PLN. Ditakutkan jika terjadi sentuhan ke jaringan bisa membahayakan. “Mendingan dilaporkan dulu ke PLN jika perlu pengamanan. Kita siap akan melakukan pengaman dan perbaikan. Mungkin kita akan melakukan padamkan sementara selama pengerjaan, baru setelah dipastikan sudah aman kita nyalakan kembali,” terangnya.

Kondisi cuaca ekstrem seperti ini, lanjutnya, sudah sejak awal Januari pihaknya ikut siaga bencana dalam mengantisipasi cuaca ekstrem secera intensif melakukan pemeliharaan. “Begitu siaga Natal dan tahun baru selesai, kita kemudian rutin jalan melakukan pemeliharaan. Apalagi mamasuki musim hujan dengan cuaca ekstrem seperti ini. Dari minggu pertama Januari kita rutin jalan melakukan pemeliharaan,” tegasnya.

Taufik mengakui, tidak ada tindakan khusus yang dilakukan dari segi penambahan personel dalam siaga cuaca ekstrem. Jumlah personil yang sudah ada sangat memenuhi yang mencapai 1000 orang. Lebih baik pengawai teknik yang standby di semua wilayah se NTB, di Lombok maupun di pulau Sumbawa.

Menurutnya, dengan personel yang sudah sangat memadai ini, sangat mencukupi dalam siaga bencana menghadapi cuaca ekstrem yang terjadi saat ini. Apalagi para personelnya masih di lapangan untuk memantau sekaligus pemeliharaan jaringan selepas dari siaga Natal dan tahun baru. Kemudian melanjutkan di masing-masing wilayah untuk mengantisipasi cuaca ekstrem. Dengan cuaca ekstrem ini, katanya difokuskan melakukan tindakan atau kegiatan-kegiatan pemeliharaan preventif. “Jadi sebelum terjadi gangguan kita lebih banyak keluar melakukan inspeksi untuk melihat potensi terjadi gangguan,” ujarnya

Menurut, Taufik dampak yang sangat dirasakan oleh PLN dengan kondisi cuaca saat ini. Berpengaruh dari sisi jaringan dengan potensi pohon roboh atau bagunan-bangunan yang rusak menimpa jaringan. Hal ini secara langsung akan mengganggu kontinitas penyaluran listrik kepada masyarakat. Di samping itu juga sangat menghawitirkan ketika jaringan yang ditipba bangunan roboh atau pohon tumpang. Jika saat itu ada orang secara kebetulan di samping jaringan sangat berpotensi terjadinya bahaya ditimbulkan.

Taufik juga berharapap, dengan memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dengan selalu waspada kemungkinan-kemungkinan yang terjadi. “Kita berharap dengan menyampaikan imbauan agar masyarakat tetap berhati-hati. Jika melihat potensi bahaya, jangan melakukan tindakan langsung, harus berkoordinasi dengan PLN terdekat supaya kita sama-sama menjaga keamanan,” katanya.

Taufik juga memastikan, meski dengan kondisi cuaca saat ini, PLN tidak memberlakukan pemadaman bergilir di setiap wilayah seperti yang pernah terjadi beberapa bulan lalu. Mengingat pasokan listrik yang ada di PLN sudah mencukupi. “Insyaallah pemadaman bergilir tidak akan terjadi, karena secara suplai sudah sangat mencukupi dengan masuknya beberapa pembangkit baru. Yang mungkin terjadi jika angin, pohon tumbang kemungkinan ada gangguan sesaat. Jadi pada saat itu misalkan ada gangguan jaringan yang perlu perbaikan sementara. Setelah semuanya aman dipastikan kita akan menyalakan lagi. Tapi bukan istilahnya rutin dilakukan karena sesuai jangka waktu dengan kondisinya pada saat itu, dan bisa cepat pulih juga karena langsung diatasi,” terangnya.

Pemprov NTB juga mengeluarkan imbauan atas cuaca tidak menetu akhir-akhir ini. Apalagi cuaca ekstrem beberapa waktu terakhir ini banyak menimbulkan bencana. Seperti angin puting beliung, jembatan rusak, dan lain-lain. Mengingat, cuaca seperti saat ini dapat menyebabkan terjadinya bencana alam khususnya bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung. “Sekda kabupaten/kota dan BPBD kabupaten/kota agar berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk TNI/Polri dalam menentukan langkah-langkah antisipasi menghadapi ancaman berbagai jenis bencana yang terjadi dan sekaligus menjadi komando tanggap darurat,” imbau Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, kemarin.

Menurutnya, bencana dapat menimbulkan kerugian bagi masyarakat. Oleh karena itu, gubernur menginginkan pemerintah kabupaten/kota untuk mempersiapkan segala macam kebutuhan dalam menghadapi bencana yang bisa datang kapan saja. “Pemerintah kabupaten/kota juga diimbau untuk tetap menyediakan cadangan logistik, peralatan, sandang dan obat-obatan untuk kebutuhan darurat korban bencana,” tambahnya. 

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB, H Lalu Bayu Windia mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai jalur laut. “Cuaca menyebabkan kita harus waspada dengan ekstra tinggi. Terutama di jalur-jalur penyeberangan di Kayangan, semua jalur laut berpotensi,” ungkapnya. 

Koordinasi dengan Syahbandar terus dilakukan Dishub. Seluruh jalur penyeberangan dipantau secara khusus dengan personil lengkap. “Kita tetap pantau BMKG dan kondisi mikro setempat. Misal seperti kondisi di Lembar seperti apa. Semua jalur penyeberangan kita pantau, termasuk Bangsal juga kita waspada,” katanya. 

Untuk jalur darat, potensi bencana juga tetap ada. Masyarakat diminta tidak meremehkan cuaca saat itu. “Saat hujan hindari kemungkinan longsor, pohon tumbang. Kita sarankan jangan berkendara saat hujan, angin kencang,” tutup Bayu. (sal/zwr) 

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid