GIRI MENANG – Cuaca buruk yang terjadi beberapa hari terakhir menyebabkan penyeberangan kapal ferry Lembar-Padangbai Bali terganggu. Tingginya gelombang disertai angin menyebabkan kapal tidak bisa menyeberang ke Padangbai, begitu juga sebaliknya. Otoritas pelabuhan menerapkan sistem buka-tutup pelabuhan, menyesuaikan dengan kondisi cuaca.
BACA JUGA: Gelombang Pasang Mulai Surut
Terganggunya penyeberangan menyebabkan terjadinya penumpukan penumpang di Pelabuhan Lembar seperti yang terlihat kemarin baik penumpang perseorangan, pengguna kendaraan pribadi maupun umum dan kendaraan barang. Dari pantauan koran ini kendaraan mengular hingga sekitar 3 kilometer keluar areal pelabuhan. Kondisi antrean kendaraan ini mengganggu lalu lintas kendaraan dari dan menuju Sekotong.
Cuaca ekstrem yang terjadi di perairan Lombok dan Bali sudah terjadi sejak beberapa hari lalu. Sejak hari Selasa, pihak pelabuhan sudah mengurangi trip pelayaran ke Padangbai dan memberlakukan sistem buka tutup. Area parkir pelabuhan kendaraan roda dua dan roda empat dipadati kendaraan. Mereka menunggu jadwal penyeberangan. Terlihat juga para wisatawan asing yang menunggu waktu di depan kantor OPP Pelabuhan Lembar.
Manager Operasi PT ASDP Wildan Jazuli mengatakan, penumpukan penumpang ini terjadi karena pelayanan penyeberangan yang terganggu.”Pelayanan penyeberangan mengalami gangguan. Di Pelabuhan Padangbai terjadi gangguan,” kata Wildan.
BACA JUGA: Kepanikan Warga Taman Ayu Ketika Gelombang Pasang Datang Menerjang
Di Padangbai saat ini kata Wildan, sedang digunakan sistem buka tutup pelayaran sehingga imbasnya terjadi di Pelabuhan Lembar. Penumpang harus menunggu konfirmasi pembukaan pelabuhan setelah itu baru bisa mereka diberangkatkan.