Cuaca Buruk, Nelayan Libur Melaut

Cuaca Buruk, Nelayan Libur Melaut
Sejumlah nelayan di Pondok Perasi Ampenan yang tengah memperbaiki jaringnya saat tidak pergi melaut, karena cuaca buruk. (Devi Handayani /Radar Lombok)

MATARAM — Kondisi cuaca buruk yang terjadi belakangan ini, berupa gelombang tinggi disertai angin kencang mengakibatkan para nelayan di wilayah Ampenan banyak yang tidak turun melaut menangkap ikan yang menjadi aktivitas sehari-hari mereka. Dipastikan pendapatan mereka berkurang drastic, sebab mata pencahariannya hanya berasal dari melaut menangkap ikan.

Disaat cuaca buruk seperti sekarang ini, sebagian besar nelayan lebih memilih untuk bekerja serabutan, selama tidak melaut. Meskipun melaut, hasil yang didapat pun tak banyak seperti biasanya. Salah satunya nelayan di Pantai Penghulu Agung, Hardi mengaku bila kondisi cuaca sedang tidak baik, ia bekerja sebagai buruh bangunan.

“Saya bersama nelayan yang lainnya kalau tidak melaut, ada yang jadi buruh bangunan sama mengumpulkan rongsokan untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” tutur Hardi, Sabtu kemarin (5/1).

Menurutnya, banyak para nelayan yang juga memilih melaut meskipun kondisi cuaca buruk. Hanya saja aktifitas melautnya dilakukan ketika tak ada angin kencang, hanya saja disaat kondisi seperti sekarang ini cuaca tidak menentu di tengah laut, hasil tangkapan yang didapatkan sangat sedikit, jauh dari biasanya.

“Kalau anginnya tidak kencang saya turun melaut, tetapi kalau cuacanya seperti sekarang ini, saya nunggu sampai sudah sedikit membaik.” tuturnya.

Hal senada juga diakui Baharudin nelayan di Pondok Perasi Ampenan mengaku jika dirinya tetap pergi melaut meskipun hasil tangkapnya sedikit dan yang didapatnya hanya ikan tongkol saja. Kendati demikian, Bahar sempat tidak melaut beberapa hari, karena kondisi hujan dan cuaca angin kencang dan gelombang tinggi.

“Beberapa hari yang lalu tidak turun melaut, tapi sekarang sudah melaut lagi, walaupun dapatnya tidak banyak seperti biasanya,” ujarnya.

BACA JUGA: Cuaca Buruk Picu Kenaikan Harga Cabai

Dijelaskannya dengan cuaca buruk saat ini, ia kadang mendapatkan Rp50 ribu dalam sekali pergi melaut. Bahkan pernah tidak mendapatkan hasil tangkapan sama sekali, walaupun berhari-hari pergi melaut. Kondisi cuaca yang saat ini terjadi, membuat beberapa nelayan harus gigit jari, karena tidak dapat hasil tangkapan ikan.

Sementara itu, cuaca buruk juga berpengaruh kepada beberapa penjual ikan yang mengeluhkan harga ikan mahal  dan sepi dari pembeli. Seperti Ratna, penjual ikan di pasar Kebon Roek mengaku saat ini lebih sepi dan ikan yang dijualnya pun tidak banyak.

“Biasanya 1 kg untuk ikan kecil Rp 20 ribu sampai Rp25 ribu, tapi sekarang sampai Rp 40 ribu /kg, terus sepi juga pembelinya,” ujarnya. (cr-dev)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut