Cuaca Buruk, DKP NTB Imbau Nelayan Tak Melaut

cuaca-buruk
CUACA BURUK : Sejumlah nelayan di Tanjung Karang, Sekarbela memperbaiki jaring digunakan menangkap ikan. (DEVI HANDAYANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi NTB memastikan untuk stok dan harga ikan aman, meski cuaca buruk dan gelombang tinggi yang terjadi beberapa hari belakangan ini. Kondisi cuaca buruk yang terjadi di laut, diyakini tidak akan mempengaruhi harga jika ikan menjadi tinggi dengan kondisi saat ini.

“Kalau harga itu mempengaruhi dari stok. Cuma kalau stok barang kurang, ya secara ekonomi memang harganya akan naik,” kata Kepala DKP Provinsi NTB H Lalu Hamdi, Kamis kemarin (13/6).

Menurut Hamdi, kondisi cuaca seperti ini tidak akan berkepanjangan, hanya berlangsung beberapa hari saja. Buruknya cuaca saat ini bukan suatu kendala untuk melaut. Namun jika kemudian terjadi kelangkaan akibat cuaca buruk, Hamdi mengaku akan melakukan langkah-langkah antisipasi.

“Kalau cuaca di laut tidak bersahabat, sebaiknya para nelayan untuk mengutamakan keselamatan dengan libur dulu melaut,” kata Hamdi.

Dijelaskannya, cuaca buruk menjadi perhatian pihaknya dan tentu harus menaati  himbauan-himbauan dari BMKG. Ketika BMKG memberikan informasi bahwa gelombang tinggi, cuaca buruk, akan terjadi di laut, maka DKP sudah punya mekanisme sistem untuk menginformasikan kepada nelayan melalui pelabuhan-pelabuhan perikanan, agar para nelayan untuk sementara waktu tidak melaksanakan aktivitas melaut dengan kondisi cuaca buruk seperti sekarang ini.

“Jangan paksa diri melaut kalau memang cuaca buruk. Jangan membahayakan diri sendiri.Tapi sampai kita liat situasi kira-kira satu hari dua hari sudah mereda, tentu laut itu menjadi lahan usaha bagi nelayan yang harus turun kalau sudah reda,” imbuhnya.

Lebih lanjut Hamdi mengatakan akan terus memantau kondisi stok dan harga ikan di pasaran termasuk melakukan evaluasi terhadap faktor-faktor mahalnya harga ikan. Berbagai upaya tentunya akan dilakukan agar stok dan harga ikan di pasaran tidak mengalami gejolak atau kelangkaan yang berdampak pada tingginya harga. Selain itu pihaknya juga akan tetap cermati dari sisi faktor-faktor apa saja penyebab kelangkaan ikan.

“Kita akan turun langsung di lapangan melakukan pemantauan dan evaluasi, kalau memang terjadi kenaikan nantinya,” ujarnya.

Selain itu, sambung Hamdi, DKP NTB juga sudah mempunyai cool storage di beberapa tempat, dan itu untuk menyangga pada saat angin, serta ikan itu paceklik, sehingga masih ada stok untuk memenuhi permintaan, ketika kondisi cuaca buruk.

“Di setiap kabupaten/kota ada cold storage ini masing-masing kapasitasnya 30 ton dan jumlahnya ada sekitar 30 unit. Itu sudah cukup banyak untuk menyimpan ikan disaat tangkapan nelayan melimpah,” katanya. (cr-dev)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid