Cuaca Buruk Diprediksi Masih akan Berlangsung di Wilayah NTB

Kabupaten/Kota Diminta Tetapkan Status Bencana

cuaca buruk
BISA LEWAT : Pengguna jalan bisa melewati jalan raya Telagawaru Kecamatan Labuapi Lombok Barat setelah sebelumnya jalan ini tertutup oleh batang pohon yang tumbang akibat hujan angin. Petugas memotong batang pohon kemudian memindahkannya ke pinggir jalan. (Fahmy/Radar Lombok)

MATARAM – Bencana alam terus melanda wilayah Provinsi NTB. Cuaca yang tidak bersahabat menyebabkan banjir, longsor, pohon tumbang dan lain-lain. Mengantisipasi hal itu, pemerintah daerah diminta untuk sigap. Jangan sampai menunggu banyak korban terlebih dahulu baru sibuk bertindak. “ Segera kabupaten/kota menyatakan status tanggap darurat dengan SK kepala daerah,” ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTB H. Mohammad Rum kepada Radar Lombok, Kamis (24/1).

Cuaca buruk saat ini melanda seluruh wilayah NTB. Pemerintah kabupaten/kota harus bergerak lebih cepat mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Saat ini, kata Rum, pihaknya terus memantau perkembangan di lapangan. Tim juga langsung turun ke lokasi bencana. “ Kami sedang himpun per kabupaten/kota macam kejadian bencana dan dampaknya. BPBD sudah turunkan tim dan bantuan ke lokasi bencana,” ucap Rum.

BACA JUGA: Waspadai Ancaman Bencana Akibat Cuaca Buruk

Untuk mengoptimalkan penanganan bencana, dibutuhkan Dana Siap Pakai (DSP). Di sinilah pentingnya Surat Keputusan (SK) kepala daerah untuk menetapkan status darurat bencana. “ Semua kabupaten/kota harus tetapkan status darurat bencana. Minimal status siaga bencana,” ujarnya.

Menurut Rum, bencana telah terjadi dimana-mana. Meski skalanya masih kecil, namun harus ditangani sebaik mungkin. “ Kita harus sedia payung sebelum hujan. Jangan tunggu bencana besar dulu. Sudah saatnya status bencana ditetapkan. Apalagi sudah ada kejadian walaupun masih skala tidak besar. Minimal SK siaga bencana,” sarannya.

Apabila kabupaten/kota telah menetapkan status bencana, maka Pemerintah Provinsi NTB akan memperkuat dengan SK gubernur. Namun, Pemprov sendiri tentunya tidak bisa menetapkan status darurat bencana tanpa ada didahului oleh kabupaten/kota. Setelah status darurat bencana atau siaga bencana ditetapkan, BPBD Provinsi NTB akan mengurus dana siap pakai yang ada di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dengan begitu, pemerintah daerah memiliki anggaran cukup untuk menangani bencana.

Selain itu, Bantuan Tidak Terduga (BTT) yang dianggarkan oleh Pemprov juga bisa dicairkan dengan status bencana tersebut. “ Status bencana untuk memudahkan usulan dana siap pakai BNPB dan BTT provinsi,” kata Rum.

Kepada seluruh masyarakat NTB, tidak lupa pula diimbau untuk waspada. Cuaca saat ini sangat tidak bersahabat. “Imbauan agar masyarakat tetap menjaga kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem ini hingga akhir bulan Januari 2019,” tandas Mohammad Rum.

Kepala Stasiun BMKG Bandara Internasional Lombok, Nanang Buchori, menyampaikan berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer, terpantau masih terdapat aliran massa udara basah dari Samudra Hindia yang masuk ke wilayah NTB. Bersamaan dengan itu, masih kuatnya Monsun Dingin Asia beserta hangatnya Suhu Muka Laut di wilayah perairan Indonesia menyebabkan tingkat penguapan dan pertumbuhan awan cukup tinggi. Dari pantuan pergerakan angin, BMKG mendeteksi adanya daerah pertemuan angin yang konsisten dalam beberapa hari terakhir memanjang dari wilayah Sumatera bagia Selatan, Laut Jawa, Jawa Timur, Bali, hingga NTB dan NTT. “ Itulah yang menyebabkan hujan dan angin,” ucapnya.

Cuaca Buruk
BANJIR : Hujan deras yang mengguyur Kota Mataram menyebabkan terjadinya banjir di sejumlah titik, diantaranya di Kampung Karang Buaya ini. (Sudir/RADAR LOMBOK)

Secara khusus, BMKG melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) memonitor adanya tiga bibit badai tropis di dekat wilayah Indonesia. Salah satu bibit siklon yang saat ini berada di Laut Timor (94S) berpotensi meningkat menjadi siklon tropis dalam 3 hari kedepan dan mengakibatkan potensi cuaca ekstrem berupa angin kencang yang dapat mencapai di atas 25 knot terjadi di wilayah NTB. Hal yang sama juga terjadi di beberapa daerah lainnya.

Oleh karena itu, BMKG kembali mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan siaga dalam menghadapi periode puncak musim hujan 2019. “ Waspadai curah hujan tinggi yang akan memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, banjir bandang, dan angin kencang yang meningkat pada akhir Januari 2019,” ujarnya.

BACA JUGA: Empat Desa di Kabupaten Lombok Tengah Terendam Banjir

Tidak hanya hujan lebat, masyarakat nelayan dan pesisir di NTB juga perlu mewaspadai potensi gelombang tinggi 2.5 hingga 4.0 meter. “Intinya waspada, karena cuaca memang sedang tidak bersahabat,” imbaunya.

Selain itu, hujan lebat dan angin kencang juga membuat listrik seringkali mati. Beberapa wilayah di NTB seperti Kota Mataram dan Lombok Barat sering mengalami listrik yang tiba-tiba hidup dan mati. Deputi Manajer Hukum dan Humas PLN Wilayah NTB, Fitriah Adriana, memberikan jaminan pelayanan tetap lancar dengan kondisi cuaca saat ini. “ Listrik kadang mati, mungkin karena cuaca saat ini agak ekstrem. Mohon dapat dihubungi contact center PLN agar petugas kami segera ke lokasi. Kalau listrik mati, akan segera kami perbaiki,” ucapnya.(zwr/ami/dir)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut