Covid-19 Meningkat, NTB akan Diperketat

DIABAIKAN : Belakangan ini banyak masyarakat mengabaikan protokol kesehatan, baik di destinasi wisata maupun tempat kerumunan lainnya. (AZWAR ZAMHURI/RADAR LOMBOK )

MATARAM – Para pejabat hingga wakil rakyat di Provinsi NTB sudah terpapar Covid-19. Jumlah kasus juga semakin banyak belakangan ini. 

Menghadapi situasi dan kondisi saat ini, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Pemerintah Provinsi NTB telah melakukan rapat. “Tadi Satgas sudah rapat, menyusun instruksi gubernur untuk pengaturan ini,” terang Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dr Nurhandini Eka Dewi kepada Radar Lombok, Selasa (12/1).

Banyak hal yang akan diatur kembali. Apalagi salah seorang pejabat tinggi Pemprov, Ridwan Syah selaku Asisten II Bidang Perekonomian telah terjangkit Covid-19. “Sekarang kita harus khawatir ketemu siapapun,” ucap Eka. 

Juru bicara Satgas Covid-19 Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi menyampaikan, NTB akan memberlakukan aturan lebih ketat kedepannya. “Tapi rapat hanya membahas draf kebijakan terkait implementasi dari instruksi pusat,” tutur Gede. 

Instruksi pusat yang dimaksud, yaitu Instruksi Menteri Dalam Negeri (Irmendagri) Nomor 01 Tahun 2021 tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan untuk pengendalian penyebaran Covid-19. “Khususnya pada diktum ke-7 dan 8. Besok dah saya sampaikan, langkah-langkah yang diambil,” katanya. 

Pada poin ketujuh dan kedelapan Irmendagri, Gubernur dan Bupati/Walikota diinstruksikan untuk memperkuat sosialisasi dan penegakan hukum terhadap pelanggaran protokol kesehatan. Kerumunan juga harus dicegah, baik dengan cara persuasif maupun dengan melibatkan aparat. 

Langkah pengetatan yang diambil Pemprov NTB, karena memang Covid-19 semakin mengkhawatirkan. “Kita semua harus disiplin, terlebih jumlah kasus baru masih fluktuatif atau meningkat, sehingga perlu langkah-langkah pengetatan,” kata Gede Aryadi. 

Sekda Provinsi NTB, H Lalu Gita Ariadi menembahkan, pelayanan di ruang Asisten II Setda Provinsi NTB, Ridwan Syah ditutup sementara. Petugas akan menyemprotkan disinfektan untuk mensterilkan ruang kerja itu sebelum dibuka lagi. “Ya sekarang ini kita sudah tutup (ruang asisten II) dulu. Nanti setelah ada evaluasi dari tim kesehatan baru nanti kita buka kembali. Yang jelas kita lakukan penyemprotan disinfektan di sekitar sini, di rungan saya juga, gubenur dan wakil gubenur serta di ruang Kadikes juga sudah,” kata Gita.

Selain disemprotkan disinfektan, pihaknya juga akan melakukan swab terhadap orang yang memiliki riwayat kontak intensif dengan Asisten II.  “Jadi sudah dilakukan swab mulai kemarin, alhamdulillah hasilnya negatif, pak gubenur dan wakil gubenur termasuk saya juga sudah di-swab hasilnya pun negatif,” ujarnya. 

Gita juga menyampaikan, kondisi kesehatan Asisten II tidak masalah meski masih dinyatakan positif Covid-19. “Pak Ridwan happy-happy aja kok. Dia malah sudah goyun-goyun di group WhatsApp kami. Tapi dia tetap menjaga imunitas jadi beliu sehat-sehat aja,” katanya. 

Asisten II, Ridwan Syah yang dikonfirmasi soal kesehatannya juga mengaku baik-baik saja. “Insya Allah saya sehat. Gak enak jadi OTG (orang tanpa gejala, red) gini. Saya ini gak sakit, tapi kemasukan virus. Hahahaha,” ucap Ridwan Syah kepada Radar Lombok. 

Ditururkan, Ridwan Syah menjalani pemeriksaan swab pada hari Kamis lalu (7/1). Kemudian hari Jumat tanggal 8 Januari diumumkan positif terjangkit Covid-19. Mantan Kepala Bappeda ini kemudian memilih untuk menjalani isolasi mandiri dibawah pengawasan RSUD Provinsi NTB. “Saya swab kamis pagi. Semoga kita semua dijauhkan dari penyakit ya. Jaga diri,” imbaunya. 

Ridwan Syah juga sudah tidak masuk kerja lagi sejak positif Covid-19. Dirinya benar-benar istirahat agar cepat sembuh. Apabila telah sembuh, tentu saja akan kembali masuk kantor seperti biasa. “Secepatnya saya masuk kantor usai test swab negatif. Berat badan saya nambah 3 kilogram gara-gara makan enak dan gak kerja,” katanya. 

Untuk pemeriksaan swab selanjutnya, Ridwan Syah berencana pada hari Kamis mendatang. Bagi yang sempat kontak dengan dirinya, Ridwan Syah mengimbau agar semuanya tidak panik. Banyak orang yang telah kontak dengan Ridwan Syah, termasuk wartawan saat melakukan wawancara. Mengingat, pada hari Kamis setelah melakukan pemeriksaan swab, Ridwan Syah menghadiri sebuah kegiatan di Lesehan Green Asri. Disana, beberapa wartawan melakukan wawancara. (zwr/sal)