Copet dan Drone Liar Jadi Atensi

IMBAU: Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto mengimbau para penonton MotoGP untuk tetap waspada terhadap barang bawaannya. (ROSYID/RADAR LOMBOK)

MATARAM–MotoGP Mandalika pada 18-20 Maret 2022 siap digelar. Untuk kelancaran event akbar itu, sebanyak 3.427 personel gabungan diterjunkan. Selain masalah drone liar, aksi copet saat MotoGP menjadi atensi penuh Kepolisian.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto mengimbau para penonton MotoGP untuk tetap waspada terhadap barang bawaannya. Terutama yang menjadi sasaran itu ialah kaum hawa yang membawa tas. Untuk mengantisipasi hal itu, pihaknya menyiapkan polisi tak berseragam di berbagai titik keramaian. “Polisi yang kita siapkan ini tidak berseragam dan juga akan menyamar sebagai penonton juga. Kalau di Kepolisian itu istilahnya pengamanan terbuka dan tertutup,” ungkapnya, Rabu (16/3).

Jika mendapati copet lanjut Artanto, maka korban bisa mengadu ke nomor 110 yang langsung terhubung ke Mabespolri. Sedangkan untuk  pengaduan lainnya bisa menghubungi WhatsApp 0813-3934-4003 yang langsung terhubung ke Command Center Polda NTB. “Jumlah polisi sekitar 2.900 yang ada di sekitar itu siap melayani. Kalau ada permasalahan disampaikan saja, nanti polisi yang bertugas itu akan menyampaikan ke pimpinan,” imbuhnya.

BACA JUGA :  Setelah Mendaftar, Ratusan Calon Marshal MotoGP Dapat Pelatihan

Tidak hanya itu, anjing pelacak berbagai jenis dan keahlian juga turut dikerahkan. Anjing ini akan digunakan untuk sterilisasi paddock; seperti mengendus bom, narkoba dan lain sebagainya. “Selain 9 anjing dari Polda, anjing yang akan dikerahkan itu juga kiriman dari Mabespolri. Jumlahnya belasan ekor anjing,” bebernya.

Untuk memaksimalkan keamanan, Polda NTB mendapatkan bantuan dari Mabespolri berupa 40 unit mobil patroli dan pengawalan lalu lintas (patwalantas), 20 unit motor besar untuk mendukung kegiatan pengawalan. Kemudian pasukan dari Brimob dan juga bantuan berupa x-ray mobile untuk mendeteksi barang bawaan mobil yang melintas. Termasuk juga mendapatkan x-ray portable.

Penempatan x-ray sudah ditentukan, yakni di lokasi jalan keluar masuk para penonton atau kendaraan. Selain barang bawaan penonton, masalah yang terkait dengan teroris juga akan diantisipasi. “Segalanya kita diberikan bantuan, baik berupa personel maupun teknologi. Ini dari Mabespolri,” tuturnya.

BACA JUGA :  Tunjangan Kendaraan Anggota Dewan Loteng Tembus Rp 10 Juta

Selain itu, bantuan satu helikopter jenis AW, 3 unit kapal air tipe B besar yang di-BKO-kan dari Polairud Mabespolri. Hal itu guna memantau atau berpatroli di wilayah perairan. “Jadi bukan hanya di darat, udara, di air pun dilakukan pengamanan,” imbuhnya.

Sementara untuk menghindari kemacetan, jalan khusus ke Mandalika akan ditutup. Yang boleh melintas ialah para penonton dan yang memiliki kepentingan mendesak lainnya. Sedangkan yang hanya untuk jalan-jalan dan liburan, tidak diperbolehkan. “Akan mulai ditutup pada hari Jumat sampai hari Minggu, dari pagi sampai malam,” ujarnya.

Adapun untuk masyarakat yang menonton dari atas bukit dekat sirkuit, tidak menjadi persoalan besar. Kendati demikian, pengawasan tetap akan dilakukan, seperti mengingatkan kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati. “Tidak ada larangan, karena pasti penonton dari bukit itu masyarakat sekitar, yang tanahnya di sana juga, yang sedang bercocok tanam di sana. Kita meminta mereka berhati-hati saja,” pungkasnya. (cr-sid)