Commitment Fee F1 Lebih Mahal dari MotoGP

Zulkieflimansyah(dok)

MATARAM – Perwakilan dari promotor penyelenggaraan Formula One (F1) telah meninjau langsung Sirkuit Mandalika yang baru saja digunakan sebagai lokasi tes pramusim MotoGP 2022.

Sirkuit ini pun dinilai telah memenuhi syarat untuk gelaran balapan jet darat tersebut. Namun untuk sampai menjadi tuan rumah balapan F1, dibutuhkan biaya yang sangat besar. Hal ini diakui Gubernur NTB, Zulkieflimansyah.”Kita di Mandalika lebih dari siap untuk dijadikan tuan rumah Formula One (F1). Tapi yang paling penting commitment fee-nya yang besar. Lebih mahal dari MotoGP,” katanya.

BACA JUGA :  NTB Mulai Buka Kran Pengiriman 48 CPMI ke Taiwan

Meski tidak bisa menyebutkan berapa besaran commitment fee yang harus dikeluarkan pemerintah pusat, tetapi Gubernur mengaku bahwa Sirkuit Mandalika sudah mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat sebagai tuan rumah F1. Tinggal nanti bagaimana pembahasan mengenai commitment fee karena yang mengeluarkanya adalah pemerintah pusat sendiri sama seperti MotoGP. Tapi dengan gelaran MotoGP maupun F1 tentu Indonesia akan mendapatkan country branding. “Kita tidak tahu pasti berapa besaran commitment fee-nya, karena itu negera yang akan mengeluarkan. Ya kalaun dihitung dari penyelengaraan nggak mungkin dengan uang tiket bisa menutupi,” katanya.

BACA JUGA :  Soal Utang, Sekda NTB Tunggu Kepastian PT SMI

Perwakilan dari promotor penyelenggaraan Formula One (F1) Gerwin Geran mengatakan, saat ini sedang dibahas masalah commitment fee yang akan dikeluarkan pemerintah ketika penyelengagran F1 di laksanakan di Sirkuit Mandalika sebagai tuan rumah. Namun pihaknya memastikan soal besaran berapa commitment fee yang harus dibayarkan oleh pemerintah bisa dinegosiasikan. Karena masalah berapa besaran commitment fee untuk penyelenggaraan balapan F1 sama halnya disemua race. “Kalau masalah commitment fee nanti bisa dinegosiasikan. Karena semua race untuk penyelenggaraan balapan F1 sama,” pungkasnya. (sal)