Cobek Batu Alam Masih Diminati

GIRI MENANG – Kerajinan cobek batu alam di Desa Merembu Desa Kecamatan Gunung Sari hingga kini masih eksis meski butuh perhatian Pemkab. Prospek bisnisnya tinggi. Setiap hari para perajin sibuk memenuhi pesanan.  

Salah satu pengusaha cobek batu alam setempat,Masri, kepada Radar Lombok, Sabtu (9/7) menjelaskan, usahanya ditekuni sejak lama mulai dari pembuatan dengan cara manual hingga memakai mesin khusus. Cobek buatannya sampai saat ini masih laku mulai dari untuk kebutuhan rumah pribadi hingga rumah makan dan restoran. 

Ia menjelaskan, pihaknya menggunakan mesin sejak setahun terakhir. Bahan batu  diambil di sekitar kali dan gunung. Ia membeli batu seharga sekitar Rp 450 ribu per dam truk. Dari jumlah ini ia bisa membuat sekitar 25 hingga 35 unit cobek setiap hari. Ini tergantung kondisi batunya. Jika batu terlalu keras, maka jumlah yang bisa dibuat lebih sedikit dari itu. Ia mengaku sering kewalahan menerima pesanan dari pemborong.” Cobek menggunakan mesin lebih dicari, karena cepat. Dibandingkan manual pemborong agak lama menunggu,” ungkapnya kemarin.

BACA JUGA :  Warga Batu Mekar Gelar 'Roah Massal' di Kuburan

Dengan cara manual, jumlah yang bisa dibuat per hari hanya sekitar 5 cobek. Di kampungnya, pembuatan cobek secara manual sudah mulai ditinggalkan. Masalahnya pembuatan cobek menggunakan mesin harus siap modal besar. Mesinnya seharga Rp 50 juta berupa mesin bobot, pemotong dan serkel. Belum lagi dalam sehari menghabiskan solar seharga Rp 60 ribu.

Meski begitu ia mengaku sudah bisa mengembalikan modal.

Satu cobek batu alam dihargakan Rp 25 ribu yang ukuran kecil, sedangkan ukuran besar mencapai Rp 50 ribu. Pemesan lebih banyak memilih ukuran kecil dan sedang. Keuntungan yang didapat rata-rata mencapai Rp 600 ribu hingga Rp 1 juta. Pesanan sendiri baru berkutik di seputaran Lombok Barat, Mataram, dan Lombok Tengah. Kalau mengirim ke luar daerah belum sanggup, karena pesanan di lokal saja masih banyak. Untuk menjalankan usahanya, ia mempekerjakan 3 orang. “Melihat pesanan cobek batu alam sampai saat ini masih laku untuk kebutuhan dapur dan warung,” pungkasnya.(flo)