Coba-coba Perkosa Janda, Duda Dipenjara

PELAKU: Mencoba memperkosa seorang janda, Sup, 22 tahun, warga Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, yang juga seorang duda diamankan polisi. (DERY HARJAN/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Sup, 22 tahun, warga Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram terpaksa berurusan dengan polisi. Duda ini ditangkap Tim Sat Reskrim Polresta Mataram karena melakukan percobaan pemerkosaan terhadap seorang janda muda berusia 22 tahun, yang juga merupakan warga  Tanjung Karang, Sekarbela, Kota Mataram pada Senin dini hari (7/9), sekitar pukul 03.00 Wita.

“Begitu ada laporan kami langsung amankan kemarin,” kata Kasat Reskrim Polresta Mataram, AKP Kadek Adi Budi Astawa, Rabu (9/9).

Usai diamankan pelaku pun mengakui perbuatannya. Pelaku sejauh ini sudah lama memendam perasaan terhadap korban. “Semenjak korban masih lajang kemudian menikah dan menjadi janda, yang bersangkutan masih suka dengan korban,” ungkapnya.

Kebelet dengan korban yang sudah janda. Pelaku berencana untuk memperkosa korban. Persiapan diawali dengan melihat situasi disekitar rumah korban. Saat orang tua korban tidak berada di rumah. Pelaku masuk melalui kamar orang tua korban. Pintu kamar lalu dikunci dari dalam. Lalu menggunakan tangga naik ke kamar korban.

Sampai di kamar korban. Nafsu birahi pelaku tidak tertahankan. Pelaku langsung membuka celana panjang yang dipakainya saat itu, kemudian kedua tangan korban langsung dicengkeram. Wanita pujaannya itu langsung berteriak. Pelaku malah semakin nekat dan menutup wajah korban dengan bantal. “Korban saat itu menangis, yang didengar oleh warga sekitar,” ungkap Kadek.

Sebelum warga berdatangan, pelaku sempat mencium dan meraba tubuh korban. Tapi karena warga ada yang dating, buruh harian lepas itu langsung meninggalkan TKP. “Karena takut, pelaku meninggalkan celananya di TKP. Dia takut ada warga yang datang. Padahal dia sempat mengancam korban dengan gunting,” bebernya.

Dari keterangan korban, pelaku dengan mudah ditangkap petugas dan langsung diamankan ke Mapolresta Mataram. “Pelaku pernah datang ke rumah korban. Makanya dia tau seluk beluk rumah korban. Pelaku dan korban sebelumnya pernah bertukar nomor handphone, dan beberapa kali komunikasi,” katanya.

Akibat perbuatannya, pelaku yang hanya lulus SD itu terancam dijerat pasal 285 KUHP tentang persetubuhan dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara. (der)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Berita sebelumyaTinjau Fasilitas Pelayanan Publik, Wagub Pastikan Penerapan Protokol Kesehatan
Berita berikutnyaNSP Lirik Investasi Jembatan Lombok-Sumbawa