Cinta Terlarang Aparatur Desa Berujung Kantor Polisi

ILUSTRASI-SELINGKUH
ILUSTRASI-SELINGKUH

PRAYA – Laa takrabuzzina!. Jangan sekali-kali kau dekati zina. Namun, larangan Yang Maha Kuasa itu dilanggar sepasang kekasih gelap yang sedang berstatus sebagai aparatur desa.

Keduanya adalah Awaludin, 35 tahun dan Baiq Sri Suandari, 25 tahun. Keduanya merupakan staf Kantor Desa Langko Kecamatan Janapria Kabupaten Lombok Tengah. Cinta terlarang keduanya tak pelak berujung di kantor polisi.

Kisah cinta terlarang sepasang kekasih gelap itu dibongkar oleh mereka sendiri setelah sama-sama saling lapor polisi. Awalnya, Awaludin melaporkan penganiayaan yang dilakukan Baiq Sri Suandari atas dirinya ke Polsek Janapria, pekan lalu. Baiq Sri diduga telah mengerat kemaluan Awaludin saat berhubungan intim di kantor desa setempat, akhir bulan Maret lalu.

Akibatnya, kemaluan Awaludin langsung mati sejak itu. Keberatan Awaludin didasari mengingat ia sudah punya istri. Alasan itulah yang membuat Awaludin keberatan dan melaporkan perbuatan kekasih gelapnya. Namun, Awaludin bukannya beruntung dengan laporannya. Kekasih gelapnya Baiq Sri Suandari malah balik melaporkannya ke Polres Lombok Tengah, Senin lalu (9/4).

 Urusan Awaludin pun kini semakin ruwet karena harus berhadapan dengan polisi, antara sebagai pelapor dan terlapor. Awaludin dilaporkan atas dugaan pemerkosaan terhadap Baiq Sri Suandari.

Retaknya hubungan kedua sepasang kekasih gelap ini sejak akhir bulan Maret lalu. Waktu itu, Awaludin dan Baiq Sri janjian bertemu di kantor desa. Pasalnya, sejak belakangan waktu itu Awaludin agak menghindar dari Baiq Sri. Konon, Awaludin mencoba menghindar setelah berhasil merenggut kehormatan Baiq Sri di salah satu kos-kosan di Kota Praya.

Baiq Sri yang tampaknya tak sudi diperlakukan begitu saja, seperti menaruh dendam asmara. Dia mencoba memancing Awaludin datang ke kantor desa dengan alasan ingin bercinta. Otak mesum Awaludin pun tampaknya terpancing. Tak lama kemudian setelah janjian, keduanya bertemu di kantor rakyat itu.

Di sana, keduanya kemudian mengulang madu kasih yang sudah dijalani beberapa pekan lalu di Praya. Bahkan, kali ini bukan Awaludin yang agresif melain Baiq Sri. Ia menunggangi Awaludin hingga kemudian saling berhubungan.

Di balik kenikmatan duniawi itulah, Baiq Sri melampiaskan dendamnya. Ia mengeluarkan sebilah silet yang tampak sudah dipersiapkannya sejak awal. Seketika, ia mengerat kemaluan Awaludin. Baiq Sri tampaknya ingin menyunat Awaludin kedua kalinya.

Sayang, silet tajam itu tak mampu memotong kemaluan Awaludin. Tapi nyaris putus. Awaludin yang mengerang kesakitan terpaksa harus menahan penderitaan itu berhari-hari lamanya. Itu setelah ia mengobati luka kemaluannya yang nyaris putus.

Nah, sejak itulah kemaluan Awaludin tak pernah bisa berdiri lagi. Karena ketakutan dan keberatan, Awaludin pun akhirnya mengambil jalan pintas dengan melaporkan Baiq Sri. Hal itu dibenarkan Kapolsek Janapria AKP I Ketut Weda ketika dikonfirmasi, Rabu kemarin (11/4).

Menurut Weda, kisah cinta keduanya dilakukan secara sembunyi-sembunyi lantaran si pria sudah memiliki istri. Meskipun bersembunyi, namun kisah cinta mereka berjalan serius karena Awaludin berhasil merenggut kesucian dari Baiq Sri. Setelah berhasil merenggut kehormatan kekasihnya itu, Awaludin menunjukan sikap yang ingin menjauh dari Baiq Sri. Sikap Awaludin itulah yang membuat Baiq Sri menjadi kecewa. “Pengakuan mereka, keduanya pernah melakukan hubungan di salah satu kos di Praya. Setelah melakukan hubungan itu, yang laki-laki berusaha menghindar,” tutur Weda.

Lebih tepatnya, Weda bertutur, dari pengakuan keduanya. Peristiwa memalukan itu terjadi ketika Awaluddin tak pulang karena lembur bekerja. Melihat kondisi itu, ternyata mereka saling berkomunikasi untuk bertemu kembali di kantor desa saat pegawai lainnya sudah pulang. “Kedua pasangan ini intens berkomunikasi karena si cewek selalu menanyakan apakah kondisi kantor sudah sepi. Setelah pegawai pada pulang, ternyata si cewek menemui yang cowok di kantor desa. Keduanya akhirnya bertemu di kantor desa dan bahkan yang cewek saat itu meminta untuk berhubungan dengan Aawaludin ini,” bebernya.

Untuk pengeratan alat kelamin Awaludin diketahui si cewek melaporkan kasus itu ke PPA Polres Lombok Tengah. Saat ini, kasus penganiyaayan itu masih ditangani Polsek Janapria dengan memeriksa keterangan saksi-saksi, termasuk pihak klinik yang mengobati kemaluan korban. Sementara untuk dugaan pemerkosaan ditangani PPA Polres Lombok Tengah. “Berdasarkan keterangan yang kami terima bahwa awal berhubungan di Praya. Yang cowok memperkosa cewek ini, sementara saat kejadian selanjutnya yang cewek bilang tinggal giliranya memperkosa yang cowok,” jelasnya.

Kepala Desa Langko Lalu Mustiadi yang dikonfirmasi tak menapikan kelakukan yang dilakoni kedua pegawainya. Bahwa antara si cewek dengan si cowok merupakan sepasang kekasih. Di mana Baiq Sri merupakan selingkuhan Awaludin yang diketahui sudah memiliki istri. “Keduanya pernah main di kos di Praya  dan melakukan hubungan intim dan setelah itu yang laki-laki menghindar. Karena mereka satu kantor jadi entah bagaimana mereka janjian ketemuan di kantor desa.  Begitu desa terjadi hal itu karena si cewek bawa silet dan langsung ingin memotong kemaluan si laki- laki,” ungkap Mustiadi.

Ia sendiri tak begitu tau secara pasti kronologis kejadian itu. Aparat kepolisian juga saat ini masih sedang memeriksa saksi-saksi, namun  keterangan yang diterima bahwa sampai sekarang kemaluan korban  belum bisa bangun karena luka yang berada di pangkal bawah hingga 4 cm sehingga mendapat jahitan. “Kami sudah rapat dengan  semua tokoh masyarakat untuk segera memberhentikan keduanya,’’ pungkasnya. (met)