Cerita Putrasyah, Buruh Mebel yang Putranya Lolos Bintara Polri Tanpa Uang

Cerita Putrasyah, Buruh Mebel yang Putranya Lolos Bintara Polri Tanpa Uang
LULUS BINTARA : Putrasyah dan gembira dengan kelulusan anaknya Bayu Akbar Syah untuk mengikuti pendidikan Bintara Polri. (Polda NTB For Radar Lombok)

Penerimaan terpadu Bintara Polri tahun anggaran 2017 Panitia Daerah (Panda) Polda NTB memasuki tahap akhir. Penetapan kelulusan dilakukan pada hari Sabtu lalu (5/8). Ada banyak cerita menarik paska pengumuman kelulusan ini. Salah satunya yang dialami oleh Putrasyah. Seorang tukang mebel yang anaknya diterima sebagai bintara Polri tahun 2017 ini.


ALI MA’SHUM—MATARAM


SENIN  lalu (7/8) digelar sidang penetapan kelulusan. Bertempat di Gedung Sasana Dharma Polda NTB, sebanyak 190 siswa dinyatakan memenuhi syarat dengan adanya perwakilan dari setiap kota dan kabupaten di NTB. Sidang penetapan kelulusan ini dilaksanakan secara terbuka dan dihadiri oleh para Pejabat Utama (PJU) Polda NTB, para ketua tim panitia, pengawas internal dan eksternal serta orang tua masing-masing peserta. Sidang penetapan dipimpin langsung oleh Wakapolda NTB Kombes Pol Imam Margono.

Dari Mabes Polri, Polda NTB diberikan kuota sebanyak 162 siswa. Terdiri dari 146 siswa bintara polisi laki-laku tugas umum, 9 siswa bintara polisi wanita tugas umum dan 7 siswa bintara tugas khusus Tekhnologi Informatika (TI).

Usai sidang penetapan kelulusan, siswa menghampiri orang tua masing-masing. Wajah  bahagia  bercampur haru terpancar dari wajah para orang tua. Begitu juga dengan sang anak.  Salah satu orangtua siswa menjadi perhatian. Dia adalah Putrasyah. Putranya bernama Bayu Akbar Syah, satu diantara ratusan siswa yang dinyatakan lulus. Putrasyah  ini  hanya seorang buruh mebel di Mataram.  Sedangkan istrinya bernama Maryam. Bekerja sebagai penjual cendol di pasar. ‘’ Pekerjaan saya sebagai buruh furniture (mebel),’’ katanya kemarin.  

Sebagai buruh mebel, pendapatan tidak menentu. Terkadang bisa mencapai Rp 1  juta lebih sebulan. Bahkan juga kurang. Namun, ia mengaku tetap bersyukur dengan rezeki yang diterimanya. ‘’ Pokoknya tidak menentu. Bisa lebih Rp 1 juta. Kurang juga bisa, tapi itu cukup untuk menghidupi keluarga saya,’’ ungkap warga Kampung Melayu Tengah Ampenan Kota Mataram ini.

Saat pembukaan penerimaan calon siswa (casis) terpadu Bintara Polri tahun anggaran 2017, putranya yang  bernama Akbar Syah meminta izin untuk mendaftar. Akbar adalah alumni SMAN 4 Mataram.  Anaknya juga dikenal sebagai penghafal Alquran (hafidz). Sebagai orang tua, dia pun mengizinkan.  Tahapan demi tahapan dilalui sang anak. Hingga akhirnya dinyatakan lulus sebagai siswa Bintara Polri.

Awalnya, Putrsyah tidak pernah menyangka anaknya bisa lulus penerimaan Bintara Polri. Apalagi dia masih mendengar omongan-omongan jika masuk anggota polisi harus menyiapkan uang banyak. Sementara dia tidak memiliki uang banyak. Penghasilan yang didapatkannya dari buruh mebel itu, hanya cukup untuk makan sehari-hari. Namun melihat antusiasme putranya itu, Putrasyah pun tetap memberikan dukungan.

Putrasyah akhirnya sangat gembira ketika sang anak dinyatakan lulus bersama dengan ratusan peserta lainnya. Apalagi proses yang dilalui sangat panjang dan ketat. Sang anak lulus kata dia karena kerja keras yang dilakukan. Ditambah lagi dengan doa dari orang tua.

Ia memastikan, sejak awal proses pendaftaran hingga dinyatakan lulus, dirinya  tidak ada mengeluarkan uang satu rupiah pun. Polda NTB sebagai panitia daerah ditegaskannya tidak pernah meminta untuk menyerahkan uang. ‘’  Atas ridho Allah SWT. Anak saya bisa lulus dan  berhasil di kepolisian.  Semuanya ini murni atas  kerja keras anak saya. Semuaya berbekal doa dan kerja keras,’’ ungkapnya.

Setelah dinyatakan lulus pada sidang penetapan akhir, para  calon siswa  ini diberangkatkan untuk melaksanakan pendidikan pembentukan selama 7 bulan. Nantinya  mereka  ini akan disebar ke beberapa pusat pendidikan (pusdik). 146 siswa Bintara Polisi  tugas umum akan melaksanakan pendidikan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Belanting. Lalu, 9 siswa Bintara polisi wanita tugas umum melaksanakan pendidikan di Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan) di Jakarta dan 7 siswa Bintara Khusus TI melaksanakan pendidikan di SPN Cisarua Polda Jawa Barat. ‘’ Mereka sudah dikirim hari ini (kemarin). Proses pendidikan dilakukan selama tujuh bulan dan dimulai tanggal 9 Agustus 2017,’’ ujar Kabid Humas Polda NTB AKBP Tribudi Pangastuti.(*)