Cerita Para Pengungsi Gunung Agung Bali Saat Tiba di Mataram

Takut Peristiwa Tahun 63 Terulang Lagi

Cerita Para Pengungsi Gunung Agung Bali Saat Tiba di Mataram
MENGUNGSI : Warga Karangasem Bali ini memilih mengungsi ke rumah kerabat mereka di Mataram. Mereka tiba kemarin. (Sudir/Radar Lombok)

Bali sedang diliputi bencana.  Saat ini Gunung Agung Bali berstatus awas. Karena status berbahaya inilah mereka yang tinggal di sekitar gunung memilih mengungsi. Lombok adalah pulau terdekat untuk mengungsi bagi warga Kabupaten Karangasem Bali. Sebagian mereka lalu memilih menyeberang. Ada yang mengungsi ke Mataram, tempat kerabat mereka.


SUDIRMAN-MATARAM


Bencana alam tidak bisa  diprediksi kapan datangnya. Begitupun dengan status Gunung Agung di Bali. Gempa yang terjadi secara berkala membuat mereka panik. Status awas telah ditetapkan sejak hari Sabtu 24 September lalu.

Salah satu pengungsi yang tiba di Mataram adalah Lahamudin (46) asal Desa Bungaya Kagin Kecamatan Babandem Kabupaten Karang Asam. Ia datang bersama istri dan dua  anaknya. Mereka langsung diantar ke rumah keluarganya di Getap Kelurahan Cakra Selatan Baru. Yang lain adalah Odmin (45) asal Desa Aik Nyet kecamatan yang sama. Ia mengungsi bersama istri dan tiga anaknya.

Nampak keduanya masih kelelahan. Kepada koran ini keduanya menceritakan kondisi yang ada di kampung halamannya. Meski tinggal di radius yang tidak terlalu dekat, namun gempa membuat mereka takut. Waktu terjadi gempa pada malam hari, penduduk desa berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Bahkan anak dan istri sempat berpisah selama satu hari. “ Saya sempat berpisah sama istri. Kami baru bertemu di posko pengungsi,” katanya kemarin.

Di Mataram mereka pertama tiba di kantor BPBD Kota Mataram di jalan lingkar selatan.