Cerita Gubernur Sidak Soal Rencana Larangan Bawa Hp Ke Sekolah

sidak gubernur sekolah
SIDAK: Potret saat siswa diinterogasi Gubernur soal dampak positif dan negatif siswa membawa HP terhadap kelangsungan belajarnya. (NASRI BOEDJANA/RADAR LOMBOK)

Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi, MA, melakukan inspeksi mendadak (Sidak), sekaligus memantau aktivitas belajar siswa di beberapa sekolah di Kota Mataram. Disela Sidak yang dilakukan, ternyata tak sedikit siswa yang tertangkap tangan sedang memainkan Ponselnya, sehingga membuat Kepala Sekolah (Kasek) setempat deg-degan, khawatir akan ada teguran dari Gubernur.


NASRI BOEDJANA – MATARAM


SEKITAR pukul 09.00 Wita, jajaran Pemprov NTB dan Dikbud NTB, dipimpin langsung oleh Gubernur NTB, melakukan Sidak di beberapa sekolah yang ada di Kota Mataram, yang dipercaya sebagai sampel (contoh) terkait rencana larangan bawa HP ke sekolah pada siswa.

Gubernur bersama rombongan datang ke sekolah tanpa ada pemberitahuan terhadap pihak sekolah. Tak ayal kondisi tersebut membuat para Kasek menjadi kaget, karena mereka tidak memiliki persiapan yang matang. Kejadian ini hampir dirasakan oleh seluruh Kasek yang didatangi Gubernur sebagai contoh untuk rencana larangan bawa HP ke sekolah yang akan segera diterbitkannya.

[postingan number=3 tag=”boks”]

Tanpa menunggu tuntunan dari pihak sekolah, Gubernur menerobos setiap ruangan yang ada di lingkungan sekolah. Akibatnya tak sedikit, siswa yang tertangkap tangan sedang asyik memainkan Ponselnya. Dengan demikian para Kasek yang mengetahui siswanya tertangkap tangan oleh sang Gubernur, Kasek pun langsung terlihat pucat mukanya dan memerah.

Entah apa yang dipikirkan para Kasek setiap kali siswanya tertangkap tangan memainkan ponselnya. TGB sapaan akrab sang Gubernur, kala itu dia tidak hanya menegur siswa yang tertangkap memainkan Ponselnya. Tapi sang Gubernur langsung menginterogasi dan melakukan tanya jawab pada siswa yang bersangkutan.

Tanya jawab tentu terkait dampak apa saja yang didapat ketika mengaplikasikan HP. Dari beberapa hasil dialog dan interogasi yang dilakukan dengan siswa terkait bahayanya dampak HP. Tidak sedikit siswa terlihat kewalahan menjawab, bahkan tidak bisa menjawab. Termasuk ada siswa yang sampai mengeluarkan jawaban atau semacam alasan yang tidak rasional kala ditanya soal kegemarannya membawa HP ke Sekolah.

Seperti di salah satu sekolah yang dikunjungi, SMAN 5 Mataram. Kedatangan Gubernur ke sekolah ini, pihak SMAN 5 Mataram tentu mengaku sangat kaget dan merasakan kekhawatiran. Apalagi saat itu ada siswanya yang ketahuan bermain dengan Ponsel, bukan dengan buku. Hal ini membuatnya khawatir dan deg-degan, karena itu dianggapnya sebagai kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh siswanya. 

Apalagi ketika Gubernur masuk tanpa jeda di setiap ruang kelas. Saat itu tidak sedikit ditemukan oleh Gubernur, kondisi kelas yang cukup berantakan, karena para siswa sedang asyik bermain. “Ya kami cukup khawatir dengan kedatangannya yang mendadak itu. Dalam benak kami, akan ada teguran setelah melakukan pemeriksaan itu,” kata Kepala SMAN 5 Mataram, H. Nasrudin.

Disela Gubernur memasuki ruangan demi ruangan kelas, dia secara lugas menyampaikan beberapa dampak negatif maupun positif siswa membawa HP ke sekolah. Namun dia lebih menyorot sisi negatifnya yang sangat bahaya terhadap perkembangan siswa. Sebab, didalamnya ada istilah internet yang sangat bebas jaringannya untuk membuka berbagai macam informasi. Ini juga merupakan salah satu bahaya dari HP. Sehingga perlu ada kontrol  terhadap peserta didik seperti larangan bawa HP ke sekolah.

Menurut Gubernur, menjamurnya siswa memegang HP, membuat siswa tidak fokus terhadap pelajaran di sekolah, karena otak dan pikiran mereka telah terkontaminasi dengan berbagai informasi yang ada di internet.

Pembatasan berinteraksi dengan HP ini adalah bagian dari kepeduliannya terhadap generasi bangsa. Sehingga dia akan menerapkan larangan ini, dan lebih banyak mengarahkan siswa untuk membaca tulisan dari buku, bukan yang dari HP. ”HP memang ada manfaatnya, tapi lebih banyak mudaratnya. Sehingga perlu kita batasi,” seru Gubernur didepan puluhan siswa. (*)