Cerita Ayah Penjaga Gawang Juventus, Emil Audero Mulyadi (Bagian I)

PENJAGA GAWANG: Edy Mulyadi (kiri), dan anaknya, Emil Audero Mulyadi (kanan), yang kini memperkuat Club Juventus, sebagai penjaga gawang.

Bintang lapangan Club Juventus, Emil Audero Mulyadi, berjanji bakal pulang untuk membela Tim Nasional (Timnas) negaranya, dengan syarat minimal Indonesia bisa mewakili Asia di kejuaraan sepak bola dunia.

 


SAPARUDDIN – PRAYA


Sosok bintang lapangan club sepak bola kelas dunia, Juventus, Emilio Audero Mulyadi, atau kini namanya telah berubah menjadi Emil Audero Mulyadi, sejak merumput bersama Juventus sebagai penjaga gawang. Bahkan sesekali juga diamanahkan untuk memegang ban kapten. Ternyata juga dilirik oleh PSSI untuk dipulangkan membela Timnas negara kelahirannya.

Seperti yang dilansir dari Ultras Juventus Indonesia, dalam hal ini Sekretaris PSSI, Ade Welington, akan berkunjung ke Italia untuk menemui Emil. Dimana kebijakan ini adalah salah satu upaya untuk menjemput para pemain potensial berdarah Indonesia yang merumput di berbagai negara.

[postingan number=3 tag=”emil”]

Menurut ayah Emil, Edy Mulyadi dirumahnya, Senin lalu (6/2), kalau informasi penarikan anaknya masuk ke PSSI untuk bermain di Tim Nasional (Timnas) Indonesia, secara resmi belum dia terima, baik itu informasi dari anaknya sendiri, ataupun pihak PSSI.

“Secara resmi saya belum terima (informasi) kalau Emil bakal dipulangkan untuk memperkuat Timnas Indonesia. Hanya saja tadi pagi sempat saya buka di email Ultras Juventus, kalau Sekjen PSSI bakal ke Italia untuk meminta anak saya ini pulang,” ceritanya.

Masalah kebenaran tersebut, pihaknya belum 100 persen percaya. Sebab, kalau itu benar, sedikit tidak Emil pasti akan memberikan informasi, atau ada surat dari PSSI. “Secara resmi saya belum terima surat dari PSSI, apalagi ada pejabat PSSI yang langsung ke rumahnya,” terangnya.

Hanya saja yang perlu diketahui, secara resmi pihak PSSI kalau ingin membawa pulang anaknya untuk memperkuat Timnas. Maka dari hasil pembicaraan dia dengan anaknya, ditegaskan kalau Emil tidak akan pulang, sebelum Indonesia bisa masuk piala dunia mewakili Asia.

“Tahun 2014 saat dia pulang, sempat saya Tanya. Namun dijawab, kalau Indonesia mampu mewakili Asia di sepak bola dunia, saya siap untuk pulang (membela negara),” tuturnya menirukan perkataan sang anak.

Secara hitungan prestasi, saat ini anaknya telah berlaga di kelas dunia. Sedangkan saat ini Timnas Indonesia sendiri masih belum juga mampu masuk skuad dunia. Jangankan skuad dunia, meraih juara di level Asia Tenggara saja sampai saat ini juga belum mampu.

Sehingga secara finansial, anaknya pasti akan rugi kalau meninggalkan Club Juventus untuk pulang. Sementara anaknya sendiri saat ini masih masa pertumbuhan, dan karirnya juga sedang jalan. “Jadi jangan salah faham kalau anak saya tidak mau pulang merumput di Indonesia. Nasionalisme dan kecintaan kepada negaranya tetap ada. Hanya saja kalau berbicara karir, dia lebih memilih merumput di Italia,” terangnya. (Bersambung)