Cerita Anggota “ Kasih Ibu” Ajak Warga Gunakan MKJP

MKJP
PRESENTASI : Kelompok MKJP saat melakukan presentasi di depan pihak BKKBN untuk lomba MKJP tahun 2016 di Puskesmas Karang Taliwang.

Ada sebagian warga yang memang belum akrab dengan sejumlah alat kontrasepsi untuk mengatur jarak kelahiran.


ZULFAHMI-MATARAM


Saat ini pemerintah sudah tidak memprogramkan lagi kontrasepsi dengan pil dan suntik. Pemerintah memiliki program baru agar warga mau ber-KB. Salah satunya lewat Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP).

Soal metode yang baru ini, tidak mudah bagi pemerintah untuk mengenalkannya kepada masyarakat. Tugas sosialisasi diberikan kepada para kader Posyandu yang ada di lapangan.

Di Kota Mataram tepatnya di Kecamatan Cakranegara ada ibu-ibu membuat satu perkumpulan yang bernama Kelompok MJKP “Kasih Ibu”.

Kelompok ini resmi terbentuk pada tahun 2016 dan sudah mendapat SK resmi dari BKKBN dan Dinas Kesehatan Kota Mataram. Tetapi jauh sebelum resmi terbentuk, ibu-ibu sudah lebih dahulu bekerja melakukan sosialisasi program MKJP.

Salah satu anggota kelompok, Nurhalimah, menjelaskan, pada awalnya para kader mengaku kesulitan memberikan pencerahan kepada masyarakat terkait MKJP. Karena selama ini yang paling banyak dikenal oleh masyarakat hanya pil KB dan suntik KB. Dua alat kontrasepsi ini tidak diberlakukan lagi karena dianggap rawan bagi kesehatan ibu.” Awalnya ibu-ibu terutama ibu muda takut menggunakan MKJP,” tutur Nurminah kepada Radar Lombok saat ditemui di Lingkungan Karang Kemong kemarin (26/4).

Nur tidak putus asa. Perempuan 38 tahun yang sudah menjadi kader Posyandu selama sekitar 23 tahun ini terus memberikan edukasi dan pemahaman dengan cara menjadikan dirinya langsung sebagai contoh.” Saya tunjukkan kepada masyarakat saya sudah pakai susuk selama bertahun-tahun, namun tetap aman,” ungkapnya.

Cara inipun tidak langsung diterima. Nur kembai mencoba. Usaha panjangnya membuahkan hasil. Belum lama ini kelompok ini menjadi juara ketiga nasional program MKJP.

Seiring berkembangnya waktu dengan honor yang diterima sebesar Rp 50 ribu per bulan, Nur bersama kader lain tetap semangat. Bahkan kini ia banyak menyasar ibu-ibu muda yang baru menikah atau baru mempunyai anak satu. Ibu-ibu muda kata Nur, banyak  menggunakan alat kontrasepsi jenis AKDR atau Alat Kontrasepsi Dalam Rahim yang dikenal juga dengan Intra Ultrine Devices atau lebih mudahnya disebut Spiral. Sedangkan untuk para suami lebih sulit diberikan penjelasan pentingnya menggunakan MJKP. Karena dalam program MKJP ini tidak hanya menyasar perempuan, tetapi juga laki-laki. Di lapangan program ini masih jarang diakses oleh para lelaki.” Kalau lelaki masih enggan menggunakan alat-alat kontrasepsi,” jelasnya.

Pihaknya selaku kader masih bersyukur kalau ada suami yang mau menggunakan kondom saat melakukan hubungan suami istri.(ami)