Cegah TKI Illegal, Disnaker Koordinasi dengan Desa

Andika Istu Jaya (IRWAN/RADAR LOMBOK)

SELONG–Masih banyaknya masyarakat Kabupaten Lombok Timur (Lotim) yang menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) tidak melalui jalur resmi atau illegal. Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lotim yang baru, Andika Istu Jaya, akan melakukan koordinasi dengan pemerintah desa, untuk sama-sama melakukan pencegahan terhadap TKI illegal ini.

Andika menjelaskan, untuk menimalisir TKI illegal perlu dilakukan kerja sama dengan pemerintah desa dan kecamatan. “Kedepan kita akan melakukan kerja sama dengan pihak pihak terkait. Paling tidak bisa mengurangi Tenaga Kerja Illegal yang masih marak,” katanya, Selasa (10/1).

Disampaikan, Lotim merupakan salah satu kabupaten penyumbang terbesar TKI yang bekerja diluar negeri. Namun yang menjadi permasalahan saat ini adalah masih banyaknya masyarakat yang menjadi TKI illegal, dan kerap mendapat permasalahan belakang hari.

“Terkait Lotim sebagai label penyumbang terbesar penyumbang TKI terbesar, tidak menjadi persoalan. Namun yang menjadi persoalan itu hanya TKI illegal. Karena biar bagaimanapun, keberadaan TKI ini sangat dibutuhkan, dan memberi manfaat yang sangat besar bagi keluarganya, serta daerah. Jadi kenapa harus dikurangi? Yang menjadi persoalan itu yang illegal saja,” paparnya.

[postingan number=3 tag=”tki”]

Sebenarnya TKI ilegal ini hanya merugikan masyarakat itu sendiri, disisi lain dia juga dirugikan dengan apa yang dilakukannya. Untuk itu, yang harus diperhatikan saat ini dan dikurangi sedikit demi sedikit yaitu TKI illegal, hingga nantinya tidak ada lagi TKI illegal. “Contohnya ketika ada kasus TKI illegal yang meninggal. Siapa yang akan bertanggung jawab? Persoalan seperti ini yang harus dihindari,” jelasnya.

Mengatasi permasalahan ini, sekarang telah ada forum penempatan tenaga kerja Indonesia yang ada di NTB, untuk melakukan kerja sama dan mencari tahu nama PT yang resmi yang dipakai merekrut tenaga kerja. ”Nanti kita akan memfilter nama PT dan PL yang disebar di seluruh pedesaan,” pungkasnya. (cr-wan)