Cegah Banjir, Akan Ada Tanggul Sungai

GIRI MENANG – Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB dan Lombok Barat turun ke tiga dusun di Desa Lembar Kecamatan Lembar sekitar pukul 10.00 Wita, Senin (26/9). Sebelumnya, tiga dusun ini diterjang banjir yang diakibatkan oleh meluapnya sungai Dodokan di wilayah muara yang dekat dengan pemukiman warga. Tim turun didampingi oleh Kades Lembar, Sainah.

Dari hasil turun lapangan ini, BPBD NTB merencanakan pemasangan tanggul dan jetty di muara sungai untuk menghalau air masuk ke pemukiman penduduk bila debit air sedang tinggi.  “ Kami turun paska banjir untuk melihat kondisinya seperti apa dan apa penyebabnya. Kami langsung diperintah oleh Pak Gubernur,” ungkap Kepala BPBD NTB Muhammad Rum didampingi Kepala BPBD Lombok Barat HM. Najib saat di lokasi.

Tim terlebih dahulu mendatangi Dusun Buncit. Baru selanjutnya pihaknya melihat sungai Dodokan di Dusun Petak. Dari pantauan yang ada, banjir beberapa hari lalu tidak menimbulkan korban jiwa. Juga tidak ada rumah warga yang rusak.

Ia menilai dasar sungai sangat dangkal. Oleh karena itu, pihaknya akan merencanakan pembuatan tanggul dan jety di muara sungai. Asal pemerintah desa dan Pemkab mengusulkannya supaya menjadi prioritas. Dananya nanti bisa saja dari provinsi atau pemerintah pusat.

Sementara itu Kepala Desa Lembar Sainah menyambut baik rencana provinsi membangun tanggul sungai. Ia juga mengharapkan ada pengerukan dasar sungai. “ Kami harap ini harus segera, jangan sampai hanya disurvei saja,” ungkapnya.

Pemberitaan sebelumnya, ratusan rumah di Desa Lembar Kecamatan Lembar terendam banjir setelah hujan mengguyur sekitar pukul 14.00 Wita, Sabtu (24/9) lalu. Banjir disebabkan oleh meluapnya sungai setempat serta buruknya saluran. Menyambut tibanya musim hujan, Pemkab Lombok Barat menghimbau warga untuk mewaspadai bencana banjir.

Air menerjang rumah-rumah warga sejak pagi. Hujan yang semakin deras membuat debit air sungai meninggi. Rumah-rumah warga yang berada di sekitar muara sungai menjadi kena imbas. Kondisi ini ditambah dengan adanya air pasang laut.

Air merendam ratusan rumah masing-masing di Dusun Buncit 170 rumah, Dusun Kebon Bongor 50 rumah, dan Dusun Petak 25 rumah. Banjir terjadi karena lamanya hujan yang menyebabkan meluapnya sungai. Air kiriman dari Lombok Tengah tidak mampu ditampung. Air naik dan menerjang rumah-rumah warga.

Pihak desa langsung melaporkan kondisi warganya ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Barat. Seluruh warga bisa dievakuasi sehingga tidak ada korban jiwa. Warga hanya rugi material. Kades setempat mengaku ini adalah banjir rutin yang terjadi setiap tahun jika musim hujan tiba.  Salah satu solusinya, menurutnya, dasar sungai harus dikeruk serta sungai dibuatkan jeronjongan. Jeronjingan harus ada agar bagian pinggir sungai tidak terkena abrasi.

Soal ini, Sainah mengaku sering menyampaikan laporan, terutama ke pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Sainah mengaku beberapa waktu lalu pejabat BWS turun dan menggelar pertemuan di kantornya. Namun hingga kini proyek belum juga terealisasi.” Jika tidak cepat bertindak maka abrasi sungai akan semakin menjadi-jadi. Terus warga mau pindah kemana,” ungkapnya.(flo)