Cari Ikan di Bendungan Pandanduri, Muliadi Tewas Disambar Petir

Bendungan Pandanduri
EVAKUASI: Jenazah korban tersambar petir ketika sedang mencari ikan di Bendungan Pandanduri, Muliadi, dievakuasi oleh masyarakat dan teman-temannya, Senin kemarin (12/2). (IRWAN/RADAR LOMBOK)

SELONG–Sungguh malang nasib yang dialami Muliadi (35 tahun), alamat Montong Cermen, Dusun Gundam, Desa Sukadana, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur (Lotim) ini. Niat hendak mencari rejeki untuk anak dan istrinya, dengan mencari ikan di Bendungan Pandanduri, malah tewas tersambar petir.

Kapolres Lotim melalui Kapolsek Terara, AKP Tauhid mengatakan, Senin kemarin (12/2), sekitar pukul 14 .00 Wita, Muliadi bersama bersama tiga temanya, Derah, Renah dan Sakibi, sedang mencari ikan di Bendungan Pandanduri dengan cara menganco (pakai jaring kecil bertangkai bambu, red).

Pada saat korban bersama ketiga temannya sedang menganco ikan, tiba-tiba cuaca berubah menjadi hujan, yang disertai petir, dan kemudian menyambar korban hingga roboh dan tenggelam dalam Bendungan Pandanduri.

BACA JUGA :  Sedang Asyik Bermain, Siswa SMP Ini Tewas Kesetrum

Melihat korban tenggelam, teman-temannya secara bersamaan berusaha mencari di sekitar tempat korban melaksanakan aktifitas (mencari ikan). Sekitar 30 menit mencari, korban pun ditemukan tenggelam di dasar Bendungan Pandanduri dalam keadaan sudah meninggal dunia.

“Ketiga teman korban bersama masyarakat sekitar bendungan pun berusaha mengevakuasi korban ke daratan, dan selanjutnya jenazah dibawa menggunakan mobil ambulan ke Puskesmas Terara, untuk dilaksanakan pemeriksaan,” jelas Kapolsek.

Sementara Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Terara, Arfin menambahkan, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan Tim Dokter, korban meninggal akibat tersambar petir. Atas permintaan dari keluarga, jenazah korban tidak dilakukan otopsi, dan langsung dibawa pulang untuk segera dimakamkan. “Semua keluarga sudah menerima dengan iklhas kepergian Muliadi,” singkatnya. (cr-wan)