Cara Komunitas Sepeda Ontel Rayakan HUT RI

Banyak cara dilakukan oleh warga menyambut dan memeriahkan Hari Ulang Tahun RI ke-71 tahun ini. Anggota komunitas sepeda ontel misalnya, merayakan HUT kemerdekaan dengan cara mereka sendiri, mulai dari gowes bareng hingga ziarah malam.

 


ZULFAHMI-MATARAM


 

Menggunakan pakaian khas pejuang kemerdekaan tempo dulu, anggota komunitas berkumpul di salah satu sudut di Jalan Pejanggik tepatnya di kawasan Taman Sangkareang Kota Mataram, Rabu kemarin (17/8). Anggota komunitas pecinta sepeda ontel terdiri dari lintas generasi mulai remaja hingga orang tua. Ada juga yang berprofesi sebagai PNS, pengusaha dan lain-lain.

Wartawan koran ini menyempatkan diri ngobrol dengan ketua Komunitas Sepeda Ontel Mataram Gede Tirta. Tirta menjelaskan, mereka berkumpul bukan saja atas dasar hobi yang sama yakni hobi mengoleksi sepeda tua. Lebih dari itu, mereka juga berkumpul dan menggelar banyak kegiatan-kegiatan sosial. Pada hari HUT RI, mereka menggelar kegiatan gowes bareng.

Setiap hari besar dan bersejarah, komunitas ini menggelar gowes bareng. Tujuannya adalah untuk mengkampanyekan semangat nasionalisme.” Setiap hari bersejarah kami selalu turun untuk meningkatkan rasa nasionalisme kepada bangsa ini,” terang Gede.

Ini sebagai wujud penghormatan kepada para pejuang bangsa Indonesia yang sudah bersusah payah berjuang mengorbankan harta benda dan darah mereka untuk kemerdekaan Indonesia. “ Bersama anggota kita upayakan untuk peringati setiap hari-hari bersejarah di Indonesia untuk penghormatan,” tegasnya.

Bangsa yang besar katanya, adalah bangsa yang menghormati dan menghargai jasa-jasa pahlawannya. Ia menilai saat ini rasa nasionalisme di tengah-tengah masyarakat mulai terkikis. Misalnya ini terlihat dari kurang semaraknya peringatan HUT RI. Anggota komunitas turun mengedukasi masyarakat.  Mereka berkonvoi dengan tujuan masyarakat Kota Mataram semakin bangga ber Indonesia. “ Kami konvoi biar masyarakat tergugah semangat nasionalismenya,” ungkapnya.

Sekecil apapun peran yang dilakukan, kata Gede, yang terpenting anggota komunitas ingin mempersembahkan sumbangsih mereka untuk bangsa ini.

Memang banyak komunitas sepeda. Namun sebagian justru hanya sekedar tempat berkumpul dan bersepeda bareng. Komunitas ini berusaha mempengaruhi masyarakat agar mereka mau dan gemar bersepeda." Kita gowes untuk mempengaruhi masyarakat agar gemar bersepeda,” paparnya.

Anggota komunitas melakukan ziarah ke makam pahlawan di Majeluk. Usai melakukan ziarah selanjutnya para anggota memilih rute keliling Kota Mataram. Komunitas ini punya sekitar 80 anggota. Namun karena sebagian anggota sibuk dengan tugas dan pekerjaan masing-masing, yang aktif hanya sekitar 30 orang.(*)