Capaian Vaksin Harian Belum Tembus Target

dr HL Hamzi Fikri (FAISAL HARIS/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Pemerintah pusat telah menargetkan 45 ribu capaian vaksinasi Covid-19 per hari di seluruh provinsi di Indonesia, termasuk Provinsi NTB. Namun sampai sekarang capaian harian vaksinasi di NTB belum tembus di angka 45 ribu orang per hari.

Hal tersebut diakui Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dr HL Hamzi Fikri saat dikonfirmasi soal capaian vaksinasi perhari di NTB. “Jadi saat ini kemampuan rata-rata vaksinasi harian kita, setelah dilakukan evaluasi rata-rata mencapai 20 ribu sampai 25 ribu perhari,” ungkapnya, Jumat (17/9).

Meski begitu, sambung Fikri, capaian vaksinasi di NTB hingga 17 September 2021 mencapai 23,75 persen atau 928.941 orang untuk dosis pertama. Untuk dosis kedua sudah mencapain 11,59 persen atau 453.085 orang dan dosis ketiga untuk tenaga kesehatan sudah tembuh diangka 62,37 persen atau 17.239 orang. “Dan masyarakat kita yang sudah divaksin pertama maka harus mau divaksin kedua. Karena kadang-kadang kalau sudah divaksin pertama hilang. Ini ada kita temukan,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, kata Fikri, perlu didorong dengan adanya regulasi yang menyaratkan kepada masyarakat ketika mengakses layanan fasilitas umum dengan menujukkan kartu vaksinasi lengkap. Tidak hanya vaksinasi pertama tetapi juga vaksinasi kedua. “Maka perlu ada regulasi yang dibuat oleh Satgas supaya lengkap vaksinasinya,” sarannya.

BACA JUGA :  Publik Minta Pemalsuan SPPT Diusut Tuntas

Karena dari hasil pentuan di lapangan, masyarakat yang sudah vaksinasi pertama sangat jauh jarak dilakukan vaksinasi kedua. Apalagi sasaran vaksinsi pertama tidak datang lagi untuk mengakses dosis vaksin kedua.”Tentu ini manjadi kendala juga atas capaian vaksinasi kita,” katanya.

Terlebih sekarang ini, sambungnya, mengenai logistik vaksin sudah tidak menjadi kendala. Karena distribusi vaksin dari pusat ke NTB cukup banyak yang dikirim. Tinggal bagaimana upaya bersama untuk mendorong percapatan vaksinasi ini dapat terlaksana disemua daerah. “Kalau masalah dosis vaksin alhamdulilan sekarang jauh lebih lancar (pengiriman) dari bulan sebelumnya,” pungkasnya.

Disinggung soal capaian vaksinasi yang cenderung fluktuatif, kata Fikri, dari jumlah puskesmas yang melayani vaksinasi sebanyak 175 puskesmas. Tetapi jumlah faskes keseluruhan di NTB sebanyak 205 faskes termasuk rumah sakit. Namun setelah dilakukan identifikasi rata-rata puskesmas mampu melakukan vaksinasi hingga pukul 14:00 Wita setiap hari untuk satu faskes bisa mencapai 150 hingga maksimal 200 orang. “Tapi sebenarnya kalau kita maksimalkan kemampuan faskes ini bisa sebenarnya terget itu tercapai tetapi persoalan vaksinasi ini kuncinya adalah pergerakan sasaran agar bagaimana mengerahkan sasaran untuk mau divaksin,” katanya.

BACA JUGA :  Dua Guru Besar Mendaftar Jadi Balon Rektor Unram

Karena dari segi, vaksinator tidak ada masalah dengan kemampuan puskesmas yang dimiliki. Begitu juga dengan rumah sakit tidak ada masalah apalagi pengiriman dosis vaksin jauh lebih lancar dari sebelumnya. “Memang ada jadi PR kita soal tenaga entri data tetapi harus disikapi disetiap faskes bisa ditempat jumlah tenaga yang mengantre data. Karena rata-rata satu tim ketika turun kegiatan vaksinasi sekiter 6 sampai 7 orang. Maka rata-rata kemampuan per tim mencapai 200 orang kalau hasil evaluasi saya,” katanya.

Fikri juga berharap dengan masih ada masyarakat yang enggan mau divaksinasi maka pihaknya butuh tenaga untuk melakukan pengerahan sasaran vaksinasi. “Kami sangat berharap bantuan dari TNI, Polri lewat Babinsa, Bhabinkamtibmas untuk membantu pengerahan sasaran. Karena faskes kita sudah siap apalagi sekarang begitu vaksin datang langsung kami drop tidak pernah kami tunggu lama di gudangnya Dikes,” tutupnya. (sal)