Camat Sakra Kewalahan Soal Sampah

AKSI BERSIH: Sejumlah personel TNI AD dan Muspika Sakra, terlihat melakukan aksi bersih membersihkan sampah yang berada di sepanjang jalan Kecamatan Sakra, hingga Kali Palung, Jumat (20/1) (IRWAN/RADAR LOMBOK)

SELONG—Sampah dimana-mana menjadi persoalan akut yang tidak mudah diselesaikan. Tak hanya menjadi masalah di perkotaan saja, tetapi sampah ini juga menjadi sumber kebingungan masyarakat yang hidup di pedesaan. Ini terjadi, lebih disebabkan kurangnya kesadaran masyarakat.

Seperti diakui Camat Sakra, Lalu Safrudin, volume sampah diwilayahnya semakin hari juga semakin banyak saja. Mirisnya, sampai saat ini belum ada lokasi yang akan di jadikan Tempat Pembuangan Sampah, sehingga menyebabkan tumpukan menggunung.

“Masyarakat mau buang ke kali dilarang, mau dibakar di pinggir jalan juga di larang. Jadi sebagai alternatip harus Dinas Tata Kota Lombok Timur yang turun tangan,” pintanya JUmat kemarin (21/1).

Dikatakan, sampah yang ada di Sakra ini sebenarnya sudah di angkut oleh Dinas Kebersihan dan Tata Kota Lotim. Hanya saja tidak secara menyeluruh, sehingga di sepanjang jalan raya terlihat masih banyak menumpuk. ”Jadi sampah ini kalau hujan dia turun kejalan. Ini yang bisa menyebabkan pemandangan menjadi jelek,” keluhnya.

[postingan number=3 tag=”sampah”]

Sebenarnya di Kecamatan Sakra ini pernah ada TPA, akan tetapi karena berada di dekat pemukiman, akhirnya tidak difungsikan. Dengan begitu sebagai tempat pembuangan sampah saat ini harus ke TPA yang ada di Ijobalit. “Karena kita tidak punya TPA, jadi saat ini sampah-sampah itu harus di buang ke Ijobalit, dengan menggunakan kendaraan pengangkut sampah dari kabupaten,” jelasnya.

Sementara itu, masyarakat Sakra ini merupakan masyarakat yang tradisional, dimana setiap hari pasti ada saja yang melaksanakan gawe beleq (acara besar). Adanya kegiatan begawe ini, secara otomatis akan menambah banyak tumpukan sampah yang berada di pinggiran jalan.

Dengan begitu dia berharap kepada Dinas KKTK untuk lebih sering datang membersihkan sampah yang ada di Sakra atau di wilayah selatan Lotim ini. ”Kalau bisa minimal dalam seminggu dua atau tiga kali lah datang membersihkan sampah. Tapi jangan sampai di Sakra saja, ke wilayah selatan lainnya juga perlu dibersihkan biar kelihatan bersih,” pintanya.

Sementara itu, Kepala Desa Suwangi Timur, mengatakan sampah yang dibuang diwilayahnya bukan milik orang Sakra atau masyarakat desanya saja. Namun sampah ini juga di buang oleh masyarakat wlayah selatan lain yang lalu-lalang di jalan raya ini. “Biar ini berada di wilayah saya, tapi ini bukan perbuatan masyarakat saya. Tapi masyarakat daerah selatan lain yang datang kesini,” kesalnya.

Disampaikan, masyarakat yang membuang sampah di pinggir jalan disebabkan karena tidak adanya tempat pembuangan sampah yang di siapkan oleh Pemda. Sehingga masyarakat yang hendak membuang sampah kebingungan, dan akhirnya membuang sampah sembarangan.

“Masyarakat hanya bisa membuang saja, namun ketika diajak membersihkan sampah, pasti tidak ada yang mau. Makanya sampah-sampah di wilayah selatan menggunung,” kesalnya.

Untuk memberikan efek jera kepada masyarakat kedepan, pihaknya akan membuatkan Perdes, dan akan memberikan sanksi tegas kepada masyarakat yang masih membuang sampah di sembarang tempat. Sehingga sampah-sampah bisa diatasi. ”Bila perlu kita berikan sanksi penjara kepada masyarakat yang membuang sampah sembarangan ini,” geramnya. (cr-wan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid