Calon Tunggal belum Tentu Terpilih

SIAP MUNDUR : Calon Kepala Bappeda Amirudin memaparkan makalah di depan tim Pansel kemarin. Ia menyatakan siap mundur jika nanti selama menjabat ia tidak bisa mencapai target kinerja. (Sudir/Radar Lombok)

MATARAM – Para pejabat eselon  III yang mendaftar di lelang jabatan eselon II Pemkot Mataram  mempresentasikan makalah mereka di hadapan tim panitia seleksi (Pansel). Diantara 8 jabatan yang dilelang, ada 3 jabatan yang pesertanya hanya satu orang. Namun demikian, tidak ada jaminan calon tunggal tersebut lolos dan terpilih.

Ketiga calon tunggal yakni calon Kepala Bappeda H. Amirudin, calon Kepala Dinas Lingkungan Hidup Irwan Rahadi dan calon Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Ki Agus M. Idrus.

Kemarin mereka diberikan waktu selama 20 menit memaparkan isi makalah mereka.  Presentasi menarik disampaikan oleh calon tunggal Kepala Bappeda Amirudin. Ia menyampaikan strategi perencanaan pembangunan. Menurutnya, selama ini banyak perencanaan yang tidak sinkron antaran RPJMD dengan kenyataan di lapangan. “ Saya kalau terpilih dan tidak mencapai  target, saya akan mengundurkan diri,” ungkapnya di hadapan anggota Pansel.

[postingan number=3 tag=”pemkot”]

Bappeda katanya, membutuhkan seorang perencana, bukan sekedar pejabat yang duduk di balik meja. Selain Amirudin, beberapa pejabat eselon III juga menyampaikan presentasi seperti Rumasih, Baiq Nely Kusumawati, Lalu Alwan basri, Mansur SH, Amran M. Amin, Ki Agus M. Idrus, Lalu Satria Utama, Miftahurahman, Lalu Agus Supriadi, Sirajudin Arsad dan Irwan Rahadi.

Ketua Pansel sekaligus Sekda Kota Mataram H. Effendi Eko Saswito menyampaikan,  para calon tunggal tetap mengikuti mekanisme Pansel. Hasilnya nanti akan diserahkan ke Wali Kota Mataram. “ Semua keputusan final ada di wali kota, mereka akan terpilih atau tidak,” ungkapnya.

Meski calon tunggal punya nilai bagus, mereka belum tentu lolos. Dari beberapa presentasi ditemukan banyak pejabat yang masih kurang memahami tugas utama mereka. Bahkan banyak yang ditemukan tidak memahami isi makalah yang mereka buat sendiri.” Tidak ada dusta di antara kita, publik bisa menilai langsung. Bahkan terbuka bagi umum untuk kalangan pejabat eselon III yang mengikuti Pansel,” jelasnya.(dir)

BACA JUGA :  2018, Pemkot Mataram Naikkan Honor Operator Sampah