Calon Kadis Masih Dangkal soal Data

PESERTA : Tim Pansel menggali pengetahuan dan isi makalah calon pejabat eselon II Kota Mataram. (ALI MA’SHUM/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Tahap uji makalah dan wawancara peserta seleksi jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) tuntas disamakan. Tersaji beberapa catatan dalam pelaksanannya. Karena cukup banyak calon kepala dinas (kadis) ini dangkal dengan tata terkait jabatan yang dilamar. Bahkan saat pelaksanaan uji makalah, tercatat tiga peserta diminta keluar oleh tim panitia seleksi (pansel) untuk selanjutnya melengkapi data didalam makalahnya.

Beberapa peserta lalu mencari data ke Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Mataram yang lokasinya bersebelahan dengan tempat uji makalah. ‘’Bukan disuruh keluar tapi pemahaman supaya enak kita berdiskusi,’’ ujar Sekda Kota Mataram yang juga ketua tim pansel, Lalu Alwan Basri, Kamis (7/12).

Kata Alwan, penting untuk melengkapi data. Paling tidak peserta memahami jabatan yang dilamarnya. Peserta juga mengerti seperti apa jabatan yang dilamar. ‘’Jangan dia asal pilih-pilih saja. Artinya peran aktifnya ada disitu walaupun dari sisi pengalaman sudah cukup. Pengalaman itu diimplementasikan saat dia melamar,’’ ungkapnya.

Konteks pemahaman peserta tentang jabatan yang dilamar tentunya dibutuhkan. Seperti memahami tentang sejak awal alur perencanaan. Sehingga peserta tidak hanya berbicara soal dokumen pelaksanaan anggaran (DPA). ‘’Jadi jangan soal eksekusi saja tapi dari awal prosesnya seperti apa. Jangan tahunya tahap akhir saja. Jangan sampai saat dia menjabat eselon II itu tahunya sudah ada anggarannya saja, tetapi tidak tahu prosesnya bagaimana mengusulkan dan sebagainya,’’ katanya.

Peserta juga didapati memuat tentang rencana kerjanya. Padahal Pemkot Mataram sudah melaksanakan kegiatan yang direncanakan peserta. ‘’Mungkin dia lupa padahal sudah dilakukan. Seperti jadi lurah sudah melakukan muskel dan seterusnya sampai menjadi DPA. Alur tahapannya perlu dipahami. Kalau tupoksi sudah dia tahu tapi proses dari awalnya itu agar pemahamannya sama. Agar program itu ada ndak dia masuk di RPJMD kita, bagaimana dengan target-target dia dinas itu seperti apa. Misalnya tentang pengentasan kemiskinan esktrem tahun 2024, tapi dia tidak tahu apa yang dientaskan itu,’’ terangnya.

Sebelumnya, salah satu anggota Tim Pansel, Prof Dr H Zainal Asikin mengatakan,  secara keseluruhan makalah yang disampaikan oleh peserta dinilai cukup baik. Sehingga kualitas calon kepala dinas ini dinilai cukup baik juga.”Kalau rata-rata ya memenuhi syarat lah. Tidak ragu kalau salah satu yang lolos,” katanya. (gal)

Komentar Anda