Cacat Sejak Lahir, Berprestasi di Sekolah

TERUS BERJUANG : Masmuh murid SDN 15 Ampenan dalam perjalanan pulang sekolah menggunakan sepeda roda tiga ditemani temanya (Sudirman/Radar Lombok)

Meski menyandang disabilitas, Masmuh  tetap  semangat menimba ilmu. Dukungan orang tua,  sekolah dan lingkungan menjadi motivasi bagi dirinya.

 

 


SUDIRMAN-MATARAM


 

Bocah laki-laki dengan seragam merah putih itu duduk di sepeda beroda tiga. Di belakangnya, bocah lainnya mendorong sepeda itu. Keduanya dalam perjalanan pulang   sekolah.

Bocah laki-laki yang duduk di sepeda itu  Masmuh murid kelas IV SDN 15 Ampenan asal  RT 02 Lingkungan  Batu Ringgit Utara, Kelurahan Karang Pule, Kota Mataram.  Masmuh seorang penyandang disabilitas.  Kakinya mengalami kecatatan. 

Cacat pada kakinya sejak lahir. Kedua kakinya ukurannya kecil tidak seimbang dengan tubuhnya. Akibat kondisinya ini, dia tidak bisa berjalan. Sehari-hari, waktunya dihabiskan di atas sepeda roda tiga  ini. Namun kondisinya itu tidak membuatnya patah semangat. 

Dia tetap bersekolah.  Dibantu sahabat karibnya, Ardiansayah yang mendorong sepeda yang dipakai Masmuh ke sekolah  yang berjarak 500 meter dari  rumahnya. '' Saya dibantu teman saya. Dari rumah, sekitar 40 menit sampai sekolah,'' tutur Masmuh kemarin.

Saat dalam perjalanan ke sekolah atau pulang, Masmuh sering kecelakaan saat dia seorang diri. Dia terjatuh dari sepedanya saat dia berusaha sendiri mendorong sepedanya. Karena untuk mengayuh sepedanya itu, dia tidak bisa.

Jalan yang dilalui dari rumahnya cukup berliku-liku.  Ini membuatnya kesulitan, ia hanya bisa menyisir pinggir jalan yang belum di-papin blok.  Ketika ada jalan tidak rata atau ada batu, dia terjatuh.‘’ Sering jatuh, namun tetap semangat,’’ akunya.

Masmuh ingin punya kursi roda otomatis. Dengan begitu, dia tidak perlu mengandalkan temannya untuk mendorong sepeda yang dipakainya itu. Namun orangtuanya tidak mampu membelikannya. '' Bapak kerja serabutan,'' tuturnya.

Masmuh sosok murid yang periang. Di   sekolah,  ia dikenal sebagai murid yang pintar. Dia kerap juara kelas. ''Saya ingin menjadi guru,'' akunya.

Salah satu sahabatnya, Ardiansyah menuturkan, Masmuh dikenal sejak sekolah di  Taman Kanak-kanak. Ia  gigih serta pandai.  ‘’ Saya sudah lama bergaul, sejak duduk di Taman Kanak-Kanak. Ia sudah pandai dari dulu,’’ akunya.

Guru  SDN 15 Ampenan  tetap memberikan dukungan kepada Masmuh agar semangat menimba ilmu.  Salah satu guru Hamdi mengakui, Masmuh dikenal sebagai murid yang disiplin, rajin, serta pandai. Selama ini, selalu menjadi juara kelas.  Dia menjadi  motivasi bagi teman-temannya yang lain,'' katanya. (*)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Berita sebelumyaKuota Pupuk Bersubsidi Mulai Kritis
Berita berikutnyaLima Ribu Wisatawan Diprediksi Padati Gili Matra