Cabe NTB Dikirim Keluar Daerah

Hj. Selly Andayani (M. HAERUDDIN/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Cabe asal Provinsi NTB ternyata sangat diminati oleh Provinsi lain di Indonesia. Buktinya, lima Provinsi di Indonesia, yakni DKI Jakarta, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Riau, dan Sumatera Barat, menjadi daerah tujuan pengiriman cabe asal NTB.

Cabe yang paling banyak diminati kelima provinsi tersebut yakni cabe jenis kecil, atau cabe rawit. Cabe tersebut bahkan sudah dikirim keluar daerah sejak awal tahun, hingga mencapai 25.900 Kg. Sementara untuk cabe kriting sebanyak 3.875 Kg.

Kepala Dinas (Kadis) Perdagangan NTB, Hj. Selly Andayani menyampaikan, dengan adanya pengiriman bahan lokal tersebut, sekaligus membuktikan bahwa hasil pertanian masyarakat NTB tidak kalah bersaing dengan daerah lain. ”Kalau cabe kita tidak bagus, maka tidak mungkin orang lain sampai membeli cabe asal NTB. Dibelinya cabe kita menandakan bahwa hasil pertanian kita sangat-sangat berkualitas, dibandingkan dengan daerah lain,” ungkapnya kepada Radar Lombok, Jum’at (3/3).

Dirincikan, untuk pengiriman cabe rawit ke Provinsi DKI Jakarta sebanyak 4.500 Kg, dengan empat kali pengiriman. Kemudian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebanyak 500 Kg untuk dua kali pengiriman, Kepulauan Riau sebanyak 17.250 Kg untuk sepuluh kali pengiriman, dan Sumatra Barat 1.650 Kg untuk empat kali pengiriman. ”Untuk dikirimkan keluar daerah, hasil tanaman cabe kita cukup baik, dan sangat diminati daerah lain,” tandas Selly.

[postingan number=3 tag=”cabai”]

Cabe-cabe yang diekspor itu merupakan hasil budidaya para petani asal Lombok Timur. Kualitas cabe asal Gumi Patuh Karya tersebut, menurutnya cukup baik. Bahkan dia sendiri mengaku, kalau awalnya tidak mengetahui, bahwa cabe-cabe asal Lombok lebih diminati oleh orang luar. ”Kita kan tidak tau, ternyata orang luar malah lebih senang dengan cabe asal daerah kita. Sementara kita sendiri malah lebih senang dengan cabe orang luar,” herannya.

Dia juga mengajak kepada segenap warga NTB untuk lebih memanfaatkan hasil pertanian lokal. Hal tersebut karena hasil pertanian lokal jauh lebih enak, dan menyegarkan dibandingkan dengan produk lain, apalagi dari luar negeri. ”Cabe Lombok jauh lebih enak. Buktinya, satu (cabe) saja kita pakai, pedasnya sudah sangat terasa. Tapi kalau cabe luar tidak begitu enak,” ujarnya.

Namun dia memastikan, bahwa cabe untuk konsumsi masyarakat NTB sendiri masih aman. Lantaran menurutnya, tidak mungkin dilakukan pengiriman keluar daerah, kalau kebutuhan dalam daerah sendiri belum terpenuhi. ”Cabe asal NTB selain berkualitas, produksinya juga banyak. Sehingga kita melakukan pengiriman untuk memenuhi kebutuhan cabe daerah lain,” pungkas Selly. (cr-met)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid