Bypass BIZAM Menuju KEK Mandalika Mulai Dikerjakan

H Sahdan, MT (Faisal Haris/radarlombok.co.id)

MATARAM-Pembangunan jalan bypass Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika mulai dikerjakan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi NTB H Sahdan, MT mengatakan, pembangunan proyek jalan bypass BIZAM menuju KEK Mandalika sepanjang 17,4 km ini sudah mulai dikerjakan yakni paket 1. “Oya kalau untuk paket 1 sudah mulai dikerjakan, sesuai bidang yang ditangani paket satu untuk ruas panggalan jalannya,”ungkapnya.

Proyek pembangunan jalan bypass BIZAM menuju KEK Mandalika ini dibagi menjadi tiga paket. Paket 1 dialokasikan anggaran dari APBN dengan pagu Rp 238,569 miliar lebih. Paket 2 sebesar Rp 394,815 miliar dan paket 3 sebesar Rp 180,555 miliar lebih. Sedangkan untuk paket pengawasan teknik dialokasikan anggaran dengan sebesar Rp 9,376 miliar lebih.

Sahdan juga menegaskan, untuk paket 2 akan kontrak pada tanggal 23 Oktober sementara paket 3 masih menunggu penetapan pemenangnya dari Kementerian PU. “Sebenernya kita kepengan sekali cepat selasi semua ini,”ucapnya.

Dia tidak tahu pasti apa penyebab dan masalah sehingga paket 3 belum ada penetapan memenang sampai sekarang ini. Mengingat hal tersebut ranah dari  Kelompok Kerja (Pokja) UKPBJ di Pelaksanaan Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) Kementerian PU. “Kita tidak diberi tahu apa sih masalahnya, jadi kita masih menunggu saja. Kalaupun kita tanya kenapa kok belum, belum tentu kita dikasi tahu karena itu bagian dari proses. Yang jelas itu ranahnya disana, Pokja UKPBJ di BP2JK itu,”terangnya.

Sahdan juga menegaskan, target penyelesaian proyek strategis nasional tersebut mundur dari jadwal sebelumnya. Karena waktu pelaksanaan yang molor akibat belum selesainya semua tender proyek. Sebelumnya, proyek pembangunan sesuai jadwal direncanakan dimulai awal Juli, tapi bergeser pada Oktober. Begitu juga target sebelumnya rampung Juni 2021, lalu berubah menjadi Agustus 2021. ” “Kalau jalannya ini harus sudah selesai pada Agustus 2021, semua sudah selesai,”tegasnya.

Untuk fisik jalan tidak ada yang berubah. Dari rencana awal tetap akan dibangun jalan empat jalur dan delapan lajur sepanjang sekitar 17,4 km. “Tidak ada yang berubah kalau yang itu, hanya waktunya aja berubah. Tapi kita juga pastikan sebelum perhelatan MotoGP jalan ini sudah tuntas,”tegasnya.

Meski ia sadari kondisi cuaca sekarang ini yang mamasuki peralihan musim kemarau ke musim hujan tentu sangat mengganggu pegerjaan. Jika hujan terus maka pembentukan badan jalan jadi sulit. “Tapi mudah-mudahan ya curah hujan tidak terlalu tinggi intensitas, sehingga mereka (pekerja) ada kesempatan mengejar pelaksanaannya,”ujarnya. (sal)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Berita sebelumyaProyek Sirkuit MotoGP Diklaim Sesuai Jadwal
Berita berikutnyaNgopi Bareng Aqi: Stop Stereotip Milenial!